Edwin menceritakan bahwa lokasi penanaman Mangrove di wilayah pesisir selatan Lotim tersebut dulunya adalah tempat yang dipenuhi sampah. Namun, berkat inisiatif kuat dari pemuda lokal yang bersinergi dengan PT. PLN, kawasan tersebut kini telah bertransformasi menjadi Bale Mangrove, sebuah objek wisata dan kawasan konservasi yang menarik.
"Ketika PLN sudah mulai masuk hari ini, ini membawa dampak yang tidak hanya sampai di situ, tetapi dampak ke masyarakat sangat besar," imbuh Wabup Edwin.
Menurut Wakil Bupati, Bale Mangrove kini telah menjelma menjadi kawasan yang tidak hanya indah secara ekologis, tetapi juga secara ekonomi.
"Apalagi Bale Mangrove menjelma kawasan konservasi dan mampu mendukung geliat UMKM setempat. Geliat ekonomi ini, sebagai multiplier effect yang sangat besar," tegas Edwin, menyoroti bagaimana program penanaman pohon mampu menciptakan nilai tambah ekonomi baru bagi warga Jerowaru.
Pemerintah Daerah Lombok Timur sendiri, kata Wabup, tidak tinggal diam. Pemda turut berkontribusi dalam perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut, termasuk rencana perbaikan lampu jalan secara bertahap untuk mendukung destinasi baru ini.Di akhir kegiatan, Wabup Edwin menekankan satu kunci penting keberlanjutan: kolaborasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara masyarakat, lembaga mitra (seperti PLN), dan pemerintah, agar program berkelanjutan seperti Bale Mangrove terus berjalan demi pengembangan destinasi serta pendidikan di kawasan pesisir tersebut.
Penanaman simbolis bibit Mangrove dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perhubungan, serta jajaran manajemen PLN. (RS)



