Daftar Isi [Tampil]

Kehadiran dua lembaga, Yayasan Pendidikan Mi’rojutholibin Assyafi’i NW dan Yayasan Ponpes Syaikh Assayyid Amin Al Qutbi NW (YASAYYIDI NW), menjadi bukti nyata bahwa semangat fastabiqul khairat tak pernah padam di tanah Seribu Masjid.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Di bawah kaki bukit yang sejuk, tepatnya di persimpangan strategis Gunung Siu, Jalan Gunung Mas Luthfi, Desa Loyok, Kecamatan Sikur, kini berdiri sebuah simpul peradaban Islam yang sedang bertumbuh pesat. Kehadiran dua lembaga, Yayasan Pendidikan Mi’rojutholibin Assyafi’i NW dan Yayasan Ponpes Syaikh Assayyid Amin Al Qutbi NW (YASAYYIDI NW), menjadi bukti nyata bahwa semangat fastabiqul khairat tak pernah padam di tanah Seribu Masjid.

Perjalanan kedua lembaga ini bukanlah proses instan, melainkan rangkaian perjuangan panjang yang melibatkan restu para masyaikh dan tetesan keringat para pengabdi.

Sejarah mencatat langkah takzim dimulai saat tiang pertama bangunan diambil langsung dari Gedung Panjang oleh pengurus cabang NW Kecamatan Sikur. Momentum ini menjadi simbol "pengambilan berkah" dari akar perjuangan organisasi.

Pada tahun 2015, melalui prosesi wiralaga, TGH Hamzah Abdul Halim Al Mahadi secara resmi memancangkan tonggak awal pembangunan. Estafet perjuangan ini semakin sakral ketika pada 2 Syawal 2017, sosok Umuna Hj. Siti Raehanun Zainuddin Abdul Majid hadir langsung memberikan doa restu dalam acara pelepasan batu lanjutan, memberikan kekuatan spiritual bagi seluruh jamaah di Desa Loyok.

Memasuki tahun 2019, dukungan struktural dari Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) RTGB Dr. LG. TGKH Muhmammad Zainuddin Atsani mengalir deras. Kehadiran tokoh sentral seperti Lale Syifaunnufus dan TGH Khairul Fatihin menjadi pelecut semangat bagi keluarga besar H. Izharudin bin Zainudin.

Melalui kedermawanan dan visi besar  H. Izharudin, lahan di kawasan Gunung Mas dibebaskan untuk mendirikan Ponpes Syaikh Assayyid Amin Al Qutbi NW. Sinergi ini semakin diperkuat dengan pendampingan intelektual dan spiritual dari Dr. TGH Khairi Yasri.

Puncaknya, pada Kamis, 30 Mei 2024 (21 Zulkaidah 1445 H), sejarah baru terukir indah. Masyaikh Ma’had NW Anjani, TGH Manazil Khair, bersama jamaah dan Marbot Madrasah, Sapriadi QH, S.Pd.I., melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya era baru pendidikan berbasis Al-Qur'an di lokasi tersebut.

Saat ini, di bawah nakhoda Sapriadi, S.Pd.I. selaku Ketua dan Juani Ramli, S.Pd. sebagai Sekretaris, kedua yayasan ini telah bersinergi mengelola berbagai unit pendidikan dan sosial, antara lain KB (Kelompok Bermain) Mi’rojutholibin Assyafi’i NW, TPQ & Madrasah Diniyah Mi’rojutholibin Assyafi’i NW, Majlis Taklim Mi’rojutholibin Assyafi’i NW sebagai pusat kajian orang tua, dan LKSA Syaikh Zainudin Sapitri NW yang berfokus pada kesejahteraan sosial anak.

Yayasan Syaikh Assayyid Amin Al Qutbi NW (YASAYYIDI NW) kini tengah menyiapkan peta jalan (road map) ambisius. Fokus utamanya adalah mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mutqin dalam hafalan Al-Qur'an.

"Insyaallah, pada tahun 2026 kami akan resmi membuka MI Al-Qur’an Syaikh Assayyid Amin Al Qutbi NW. Setelah itu, target kami berlanjut pada pembukaan SMP Al-Qur’an (YASAYYIDI NW). Ini adalah komitmen kami untuk mencerdaskan umat dan mencetak generasi moderat," tegas Sapriadi, S.Pd.I. dengan nada optimis.

Dengan lokasi yang asri dan dukungan penuh dari para masyaikh serta masyarakat, kompleks pendidikan di Gunung Mas ini diprediksi akan menjadi kiblat baru pendidikan Islam di wilayah Sikur dan sekitarnya. Sebuah persembahan dari Desa Loyok untuk masa depan generasi Nahdlatul Wathan yang lebih gemilang. (rs)