Daftar Isi [Tampil]

LOMBOKTIMUR,
Radarselaparang.com - DSL (20), Mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram (UIN MATARAM ), ditemukan meninggal dunia pukul 05.00 Wita, di Posko Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) di Dasan Tumbu, Desa Tumbuh Mulia, Kecamatan Suralaga, Kamis (18/08)

Diketahui dari identitas DSL, beralamatkan Bilelando kecamatan Praya timur, Kabupaten Lombok tengah, pertama kali ditemukan sudah meninggal dunia oleh temannya GH (20), satu Tim KKP UIN Mataram.

Semula GH berniat membangunkan temannya DSL, untuk melaksanakan shalat subuh seperti biasanya, Namun setelah melihat kondisi DSL sudah tidak sadarkan diri dan selanjutnya  GH memanggil salah satu temannya AWN (21), yang kemudian memeriksa denyut nadi, namun sudah tidak ada, selanjutnya mereka meminta tolong ke warga sekitar terkait hal tersebut.

GH menceritakan sebelumnya Rabu (17/8), dirinya dan almarhum ikut kerumah almarhum ke desa bilalando dan sorenya sempat main futsal, setelah main futsal almarhum berkata saya capek sekali nanti kalo saya pingsan bangunkan saya, setelah itu almarhum tertidur dan bangun pada pukul 18.00 untuk sholat dan balik ke posko KKP desa tumbuh mulia kecamatan suralaga, pada pukul 20.00 Wita.

Almarhum DSL, sempat melakukan aktifitas bersama teman-teman dan pada pukul 24.00 Wita, semua anggota KKP istirahat dan pada pukul 05.00 Wita almarhum sudah di temukan dalam posisi duduk terlungkup.

Dari hasil olah TKP dilakukan Polsek Suralaga dan pemeriksaan kondisi tubuh korban oleh Tim inavis Polres Lombok Timur,  serta berkoordinasi dengan puskesmas suralaga untuk melakukan visum et refertum.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan luka luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban bagian luar, Kondisi Tubuh Korban dalam kondisi sudah terbentuk kaku mayat dimungkinkan korban meninggal lebih dari 6 jam, Kondisi hidung dan telinga korban tidak mengeluar cairan atau dalam kondisi normal, Kondisi kemaluan dan dubur tidak mengeluarkan cairan dan pices.

Kapolsek IPDA Bambang Supriyanto, mengatakan, "dari keterangan orang tua almarhum, bahwa mereka menerima almarhum dan tidak akan melakukan otopsi maupun keberatan terkait meninggalkannya almarhum, itu disertai surat pernyataan di Polsek"terangnya.

Sementara itu, Mawarlan, Kepala Desa Tumbuh Mulia, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas wafatnya mahasiswa tersebut.

"Almarhum orangnya sangat baik, ramah bahkan sangat pro aktif menyelenggarakan tugasnya sebagai mahasiswa KKP, bahkan almarhum sebagai ketua kelompok KKP di desa kami." Ucapnya.

Sebagai rasa solidaritas dan belasungkawa, Ia menyarankan masyarakat menyalurkan ta'ziah ke posko KKP, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

"atas nama pemerintah desa Tumbuh Mulia, turut berduka cita atas meninggalnya almarhum di desa kami,"tutupnya. (RS/kresna007)