Daftar Isi [Tampil]
Ustadz Abdul Mannan Marda, QH,. S.Pd.I
OPINI
| Pulau Lombok adalah salah satu pulau kecil di antara ribuan pulau yang ada di kepulauan Indonesia. Masyarakat Lombok dahulu kala masih hidup primitif. Kolonial masih menancapkan kuku tajamnya ke dalam negeri kita tercinta. Orang-orang tidak peduli dengan agama, mereka masih memegang teguh pemikiran animis.
Corak pakaian masyarakat masih jauh dari ajaran agama, juga perbuatan dan karakter mereka tidak sesuai dengan akhlak dan nilai-nilai Islam. Untungnya, dari suku Sasak lahir seorang pria yang sangat terkenal, namanya Assaggaf.
Bocah Assaggaf di masa kecil selalu belajar apa saja sambil beranjak dewasa, bermain gasing, pergi ke sawah, menjadikan "kendole" sebagai alat musik alam.
Kendala adalah batang pohon padi. Dibangun menjadi alat musik seperti peluit, mengiringi nyanyian orang, cara meniup lubang batang padi. Cara membuatnya mudah, sehingga saat panen, suara kendol selalu dominan di telinga.
Masyarakat primitif semakin berubah menjadi lebih baik karena satu persatu pemuda Lombok pulang dari kegiatan belajarnya di luar negeri, salah satunya Zainuddin Abdul Majid Muda. Beliau dikenal sebagai Tuan Guru Pancor pada waktu itu.
berkaitan dengan masalahnya sendiri. Mereka percaya bahwa apapun yang mereka lakukan tidak akan sia-sia. Mereka berusaha keras untuk memiliki banyak manfaat bagi banyak orang. Mereka tahu bahwa Allah mencintai orang yang paling bermanfaat.
Pahlawan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid datang pada saat yang tepat, negara atau bangsa membutuhkan pejuang menghadapi kolonial, ibu pertiwi Indonesia menunggu pejuang yang memiliki niat murni untuk mempertahankan bangsa dari Belanda dan Inggris pada waktu itu. Untungnya Jepang menggempur musuhnya dan alhamdulillah mereka dikalahkan oleh Jepang. Itulah keuntungan bagi Indonesia.
Indonesia dipimpin oleh Soekarno-Hata mengumumkan kemerdekaan Indonesia segera pada tahun 1945, tetapi musuh negara tidak langsung ingin meninggalkan Indonesia, akhirnya terjadi perang pada tanggal 10 Nopember 1948 di Surabaya, pertempuran tentara Indonesia yang terkenal sampai ke kanan. sekarang sebagai hari kepahlawanan. Karena NICA kalah dan lari pulang ke cauntry-nya.
Pendiri organisasi NW Al-Magfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhmmad Zainuddin Abdul Majid menyadari bahwa bertahun-tahun rakyat Indonesia dijajah oleh bangsa asing, akar permasalahannya adalah karena rakyat Indonesia kurang pendidikan. Karena itu langkah awal beliau untuk mulai berjuang adalah membangun madrasah, langkah yang sebenarnya adalah membangun Sekolah Islam NWDI. menuntut ilmu, sholawat ini menjadi sesuatu yang wajib dibaca.
Visi Pendiri NW sangat terhormat dan terhormat, tidak hanya untuk jangka pendek. Maksud saya visinya tidak hanya untuk saat kita hidup di kehidupan dunia fana ini, tetapi orang yang dipanggil "Al-Masyhur" memiliki visi yang lebih penting dan terbaik, yaitu untuk jangka panjang, artinya untuk kehidupan akhirat atau " akhirat".
Jika kita menyelidiki doa Maulanasyaikh di setiap kesempatan, kita akan menemukan visi terbesarnya, apakah itu? Simak kalimat doanya dalam bahasa Indonesia berbunyi: "mudah-mudahan kita semua masuk sorga bigoiri hisab". Jika kita terjemahkan ke dalam bahasa Inggris, "Tolong masukkan kami ke surga tanpa menghitung atau memeriksa".
Maka Maulanasyaikh pendiri NW hanya membuat satu organisasi sebagai pusat manajemen, sebagai sistem pengorganisasian utama, jika lebih dari satu organisasi untuk mengelola lembaga pendidikan, atau mengelola jamaah atau penghuni NW, dapat diprediksi akan terjadi kekacauan.
Kita mengenal ucapan atau pernyataan Maulanasyaikh atas wasiatnya, berbunyi: Nahdlatul Wathan ayahda, kuamanatkan keoada anakda, dipelihara danterus dibina, dandikembangkan di Nusantara. Intinya NW adalah ciptaan Maulanasyaikh, dan sebagai kekasih dan muridnya, kita harus menyelamatkan dan membangun negara Indonesia ini.
Organisasi Nahdlatul Wathan berangkat dari visi besar Pendiri NW, Maulanasyaikh pertama kali membangun madrasah aliyah, setelah itu agar sistem pendidikan tetap berjalan dengan baik, untuk melindungi dan menyelamatkan institusi pendidikan sejak lama, beliau mendirikan organisasi NW.
Mungkin salah satu “dalil” atau argumentasi pembentukan NW sebagai organisasi adalah perkataan Ali Bin Abib Thalib yang berbunyi: “Alhaqqu bilaa nizoomin yaglibuhul baatila binizoomin”. Artinya kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kesalahan yang terorganisir”.
Maka Maulanasyaikh pendiri NW hanya membuat satu organisasi sebagai pusat manajemen, sebagai sistem pengorganisasian utama, jika lebih dari satu organisasi untuk mengelola lembaga pendidikan, atau mengelola jamaah atau penghuni NW, dapat diprediksi akan terjadi kekacauan.
Kita mengenal ucapan atau pernyataan Maulanasyaikh atas wasiatnya, berbunyi: Nahdlatul Wathan ayahda, kuamanatkan keoada anakda, dipelihara danterus dibina, dandikembangkan di Nusantara. Intinya NW adalah ciptaan Maulanasyaikh, dan sebagai kekasih dan muridnya, kita harus menyelamatkan dan membangun negara Indonesia ini.
Kami percaya bahwa hal yang besar datang dari visi yang besar dan niat yang murni. NW dan perjuangan penduduk adalah realitas visi besar, Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid telah berhasil mewujudkan visi besarnya, dan sebagai pengikut beliau yang baik, mari terus melakukan aktivitas untuk mendukung NW sesuai kemampuan kita. dan kemampuan.

Penulis: Ustadz Abdul Mannan Marda, QH,. S.Pd.I
(Wakil Sekretaris PD NW Lombok Tengah/ Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda NW NTB)
Ikon Diverifikasi Komunitas