Daftar Isi [Tampil]

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur
LOMBOK TIMUR Radarselaparang.com || Mendekati pelaksanaan Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang, Banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak dan parahnya lagi di Lombok Timur (Lotim) dilakukan oknum pejabat.

Salah satunya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Lotim, seharusnya fokus membina dan memperhatikan guru unruk meningkatkan kwalitas pendidikan tapi malah sebaliknya di duga menggiring guru dengan memanfaatkan jabatan untuk memenangkan anaknya yang saat ini menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPRD Lombok Timur Dapil IV.

Parahnya lagi, ajakan yang sifatnya memaksa tersebut dikeluhkan beberapa guru yang enggan disebutkan namanya, merasa berat sehingga membuat aktivitas sebagai guru tersandera.

Berdasarkan penelusuran media ini, Y  salah satu Guru yang berasal Wilayah Dapil IV mengaku Kadis Dikbud Lotim memang tidak secara langsung untuk mengkampanyekan anaknya, tetapi pada pelaksanaan P3K di kemas seolah-olah andilnya sebagai Kepala Dinas.

"Memang secara langsung tidak pernah diarahkan, tetapi ketika saya bersilaturahmi kesesama P3K mengaku tidak enak meninggalkan Anak Kadis Dikbud karena Hasutan Kadis Dikbud pada pelaksanaan P3K," akunya. Sabtu (18/11/2023)

Diakuinya juga semua kebijakan yang dikeluarkan Kepala Dinas Dikbud tersebut, seakan mengarahkan para guru untuk memenangkan anaknya, sehingga para guru merasa terhantui dengan tindakannya.

"Dengan semua aktivitas yang dilakukan oleh Kadis Dikbud Lotim ini, kami merasa terhantui seakan diarahkan ke itu, sehingga terpaksa tidak terpaksa harus memilih anaknya,"imbuhnya.

Tak hanya itu, Y menyebut kebanyakan guru tidak terlalu aktif dalam politik, namun dengan tindakan Kadis tersebut di rasa mendatangkan keresahan terhadap guru dengan ancaman mutasi.

"Ketakutan terbesar kita juga pada kenyamanan kita bekerja, kita takut diancam dimutasi,"keluhannya.

Lebih jauh Y kembali melontarkan keluh - kesahnya terhadap beberapa Kepala Sekolah yang di pasang untuk memobilisasi para guru untuk memenangkan anaknya.

"secara langsung memang tidak diarahkan tetapi saya berkeyakinan pasti Kepala Sekolah digerakkan oleh Kadis tersebut,"pungkasnya.

Sementara Kadis Dikbud Lombok Timur ketika dikonfirmasi melalui via Whatsapp menanggapi secara gamblang dan singkat.

"calon lebih dikenal dari pada saya,"singkatannya.

Diakhir pesannya Izzuddin juga merespon dengan Foto Presiden Jokowi dan Anaknya, seolah-olah memberi pesan bahwa tindakannya selama ini hal biasa. (Ron/RS)


Ikuti kami di berita google