Daftar Isi [Tampil]

Truk pengangkut tambang galian C
LOMBOK TIMUR Radarselaparang.com || Upaya menciptakan kenyamanan arus mudik masyarakat dalam merayakan hari Raya Idul Fitri 1445 H/ 2024 M, Semua truk pengangkut material tambang galian C dilarang  beroperasi di Kabupaten Lombok Timur.

Dikatakan Kapolres Lombok Timur, AKBP Hariyanto, Dum truk utamanya yang mengangkut bahan tambang dilarang melintasi di jalan manapun tiga hari menjelang (H-3) Lebaran.

sebagaimana disampaikan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB akan segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait larangan tersebut. Sementara sampai kapan dan di waktu apa saja pelarangan itu berlaku, Hariyanto pun belum dapat memastikan.

"Kita masih menunggu SE dari Dishub NTB dulu. Yang jelas H-3 sudah tidak beroperasi," kata Hariyanto, Kamis, (4/4/2024)

Hal itu dilakukan guna menciptakan keamanan dan kenyamanan lalu lintas menjelang Lebaran. Terutama saat padatnya arus mudik.

Ia pun berharap, agar kebijakan tersebut dipatuhi oleh penambang. Mengingat intensitas kendaraan selama Lebaran yang berpotensi akan sangat tinggi.

Selain itu,   Polres Lombok Timur menyiapkan 4 pos pantau mudik Idul Fitri 2024. Empat pos tersebut terdiri dari tiga Pos pengamanan (Pos PAM) dan satu Pos Pelayanan (PosYan).

“Tiga Pos PAM ini berada di Masbagik, Selong, dan Rarang. Sedangkan PosYan ada di Pelabuhan Kayangan. Di sana ada TNI, Polri, Dishub Pemda, Jasa Raharja, dan Dikes,” ucap Hariyanto.

Disebutkan Hariyanto, Ditiap pos di isi gabungan, Masing-masing pos diisi 100 personil dari Polri dan ditambah dari instansi lain sebanyak 78 orang.

"Hal itu dilakukan untuk memastikan Kamtibmas Lombok Timur selama arus mudik hingga balik Lebaran dapat berjalan aman dan lancar," terang Harianto.

PS. Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Osman, mengatakan masing-masing pos juga telah disiapkan tenaga dan peralatan medis serta ambulans untuk mengantisipasi adanya pemudik mengalami gangguan kesehatan atau hal yang tidak diinginkan.

"Hal itu untuk mengantisipasi adanya pemudik yang mengalami sakit di perjalanan saat mudik," terang Nikolas. (RS)


Ikuti kami di berita google