Daftar Isi [Tampil]

LPKA Kelas II Lombok Tengah dalam kegiatan konseling inspiratif yang bertema "Kita Semua Bersaudara
LOMBOK TENGAH, NTB - Radarselaparang.com ||  Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Aula LPKA Kelas II Lombok Tengah dalam kegiatan konseling inspiratif yang bertema "Kita Semua Bersaudara". Acara ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Sentra Paramita Mataram dan Biro Psikologi Adeena, menghadirkan tim psikolog profesional untuk membekali anak-anak binaan dengan pendampingan dan edukasi psikologis yang mendalam, pada Jumat (11/7).

Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk menanamkan nilai-nilai empati, solidaritas, dan persaudaraan di antara para anak binaan, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam pembinaan kepribadian dan kesehatan mental mereka.

Herri Jufrianto, Kepala Seksi Pembinaan, membuka acara dengan sambutan yang menyentuh. Ia menekankan pentingnya membangun rasa kekeluargaan dan kebersamaan di dalam lingkungan LPKA. Kegiatan ini bukan hanya ajang untuk belajar bersama, tetapi juga ruang untuk saling mengenal dan menyadari bahwa mereka tidak sendiri. 

"Kita semua bersaudara, dan saling mendukung adalah kunci untuk tumbuh lebih baik," ujar Herri, disambut antusiasme peserta.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan ice breaking yang dikemas interaktif oleh tim psikolog. Keceriaan terpancar dari wajah anak-anak yang antusias terlibat dalam berbagai permainan yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri dan menciptakan suasana akrab.

Memasuki sesi inti, para psikolog dari Sentra Paramita dan Biro Adeena membawakan materi konseling yang fokus pada pentingnya memahami diri sendiri, membangun hubungan yang sehat, dan mengelola emosi secara positif. Diskusi dan berbagi pengalaman pun berlangsung hangat, menciptakan ruang yang terbuka dan suportif bagi setiap anak untuk mengungkapkan perasaannya.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama, di mana anak-anak binaan menyampaikan kesan, pesan, dan harapan mereka. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa untuk tumbuh, berubah, dan menjadi pribadi yang lebih baik, terutama ketika mereka merasa diterima dan dihargai sebagai bagian dari satu keluarga besar.

Melalui inisiatif ini, LPKA Kelas II Lombok Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam mengadopsi pendekatan pembinaan yang holistik, menyentuh seluruh aspek psikologis, emosional, dan sosial. 

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan reintegrasi anak-anak binaan ke tengah masyarakat, membantu mereka melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. (RS)