![]() |
Tim INAFIS saat olah TKP |
Menurut Kapolsek Suralaga, IPDA Lalu Masoan, korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Murtimah (49), sekitar pukul 05.30 WITA. Saat itu, sang ibu hendak membangunkan korban untuk mengajaknya berziarah kubur, seperti yang biasa mereka lakukan setiap Jumat.
"Namun, begitu membuka pintu kamar, Murtimah terkejut melihat putranya sudah dalam keadaan tergantung di terali jendela," terang IPDA Masoan.
Murtimah yang panik segera berteriak meminta pertolongan. Tak lama kemudian, seorang saksi bernama Rizal Basri (19) datang membantu. Mereka berdua segera menurunkan korban dan memindahkannya ke ruang tamu. Kejadian ini pun menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan untuk menyaksikan. Warga kemudian melaporkan peristiwa tragis ini kepada pihak kepolisian.
Tim Inafis Polres Lombok Timur segera tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi. Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan beberapa tanda yang mengarah pada dugaan bunuh diri, seperti bekas jeratan tali di leher, lidah yang menjulur, dan keluarnya air mani.
"Tinggi jendela tempat korban mengikat tali diperkirakan sekitar 2 meter dari lantai," bebernya.
Kejadian ini dibenarkan Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas AKP Nikolas Osman, Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban diduga mengalami depresi. Hal ini diperkuat dengan adanya informasi dari keluarga yang menyebutkan korban baru saja putus dengan pacarnya.
"Selain itu, korban juga menghadapi kenyataan bahwa ibunya berencana menikah lagi setelah ayahnya meninggal, yang kemungkinan besar menambah beban pikiran korban," terang AKP Nikolas.
Meskipun demikian, keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan. Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WITA, selesai salat Jumat, di pekuburan umum Kapialang, Desa Bagek Payung.
"Situasi di lokasi kejadian dan sekitarnya saat ini dilaporkan dalam kondisi kondusif. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi mental orang-orang terdekat dan tidak ragu mencari bantuan profesional jika mengalami masalah psikologis," imbau AKP Nikolas. (RS)