Daftar Isi [Tampil]

Antusiasme anak binaan LPKA Lombok Tengah ikuti proses pembelajaran
Lombok Tengah - Radarselaparang.com ||  Di balik tembok Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah, harapan akan pintu masa depan yang lebih cerah terus hidup. Sebanyak 14 Anak Binaan di sana membuktikan bahwa menjalani masa pidana bukanlah akhir dari segalanya, melainkan justru menjadi batu loncatan untuk memperbaiki diri, salah satunya melalui pendidikan formal.

Kerja sama yang erat antara LPKA dengan dunia pendidikan luar sekolah menjadi kunci sukses program ini. Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) LPKA, institusi ini menggandeng SMA Negeri 1 Terbuka Batukliang Utara. 

"Mekanisme pembelajarannya dirancang khusus, para guru didatangkan langsung ke dalam LPKA, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung efektif dan kondusif," ungkap H. Lalu Mahsun, Kepala SMA Negeri 1 Terbuka Batukliang Utara. 

Kepala Seksi Pembinaan LPKA Lombok Tengah, Herri Jufrianto, menegaskan komitmennya Hak untuk memperoleh pendidikan, yang dijamin oleh Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, benar-benar diwujud-nyatakan. Meski sedang menjalani pembinaan, mereka tetap dapat mengejar cita-cita dan mengisi hari-harinya dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat.

“Kami memastikan Anak Binaan tetap memperoleh haknya untuk melanjutkan pendidikan. Untuk itu, kami menjalin kerja sama dengan SMA Negeri 1 Terbuka Batukliang Utara agar pembelajaran bisa dilaksanakan di dalam LPKA,” ujarnya pada Selasa (26/8).

Program ini memiliki dampak yang sangat strategis. Anak Binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan perilaku, tetapi juga dibekali dengan ilmu pengetahuan dan ijazah yang diakui negara. Bekal ini akan menjadi modal berharga bagi mereka untuk berintegrasi kembali ke masyarakat, memutus mata rantai keterpurukan, dan membuka peluang untuk meraih kehidupan yang lebih layak setelah bebas nanti.

Dengan semangat belajar yang terpancar dari ke-14 anak tersebut, LPKA Lombok Tengah tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga telah bertransformasi menjadi sebuah ‘sekolah kehidupan’ yang memberikan kedua kesempatan dan mendidik para generasi muda untuk bangkit lagi. (RS)