Daftar Isi [Tampil]

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, meninjau langsung lokasi putusnya jembatan penghubung Desa Apitaik dan Teko di Kecamatan Pringgabaya.
Lombok Timur, NTB - Radarselaparang.com || Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, meninjau langsung lokasi putusnya jembatan penghubung Desa Apitaik dan Teko di Kecamatan Pringgabaya. Jembatan ini ambruk akibat diterjang banjir bandang pada Kamis malam (18/9) kemarin, memutus akses satu-satunya bagi sekitar 3.000 warga di enam dusun. pada Sabtu (20/9)

Peninjauan ini menjadi respons cepat pemerintah daerah untuk mengatasi terputusnya akses vital yang mengganggu aktivitas ribuan warga. Jembatan ini sebenarnya sudah kami usulkan perbaikan dengan anggaran Pusat, tapi masih dalam proses.

"Jadi, dalam waktu dekat kita akan buatkan dulu jembatan sementara," kata Bupati Warisin.

Jembatan yang membentang di atas aliran Kokok Tanggek tersebut menjadi jalur utama bagi warga Desa Teko menuju Desa Apitaik. Curah hujan lebat berhari-hari menyebabkan arus banjir sangat deras, meruntuhkan konstruksi jembatan sekitar pukul 20.00 Wita. Akibatnya, aktivitas warga, termasuk sekolah dan pekerjaan, nyaris lumpuh total.

Bupati Warisin menambahkan bahwa kondisi jembatan memang sudah lama dinilai tidak layak, dan perbaikan sudah masuk dalam rencana. Pembangunan jalur darurat ini dipastikan akan segera dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.

Selain di Pringgabaya, bencana banjir juga melanda Kecamatan Aikmel pada hari yang sama. Hujan deras merendam puluhan rumah warga di Desa Kembang Kerang. Data dari BPBD Lombok Timur mencatat 12 rumah terendam, dengan 12 kepala keluarga atau 39 jiwa terdampak langsung.

Tim gabungan dari BPBD Provinsi NTB dan BPBD Lombok Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat. Aparatur desa, kecamatan, TNI, dan Polri juga turut membantu evakuasi serta penyaluran bantuan awal, menunjukkan sinergi kuat dalam penanganan bencana di daerah tersebut. (RS)