Daftar Isi [Tampil]

Rapat Koordinasi yang membahas Diseminasi Data SIGA, Pemutakhiran PK25, dan Penyusunan Data Basis Perencanaan Program dan Anggaran tahun 2025.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) menegaskan bahwa data yang akurat dan tervalidasi merupakan "bahan baku pokok" dalam merencanakan dan mengoptimalkan semua program, khususnya dalam upaya penurunan angka stunting.

Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Dinas DP3AKB, dr. Muhammad Hasbi Santoso, di sela-sela Rapat Koordinasi yang membahas Diseminasi Data SIGA, Pemutakhiran PK25, dan Penyusunan Data Basis Perencanaan Program dan Anggaran tahun 2025. Ia menekankan perlunya persiapan matang, termasuk pengumpulan data dari para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di setiap kecamatan.

"Data itu adalah bahan baku pokok yang harus tervalidasi dan ter-update, sehingga apa yang kita rencanakan itu bisa optimal," terang dr. Hasbi, pada Rabu (12/11).

Dr. Hasbi menyebutkan, tugas pokok dan fungsi utama DP3AKB saat ini berfokus pada penurunan angka stunting dan peningkatan keluarga berkualitas melalui program Keluarga Berencana (KB).

Ia menyoroti bahwa program penurunan stunting merupakan program pilar dan unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang salah satunya diwujudkan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dikatakan program MBG ini menyasar kelompok rentan stunting, yaitu Ibu Hamil, Balita Non PAUD, dan Ibu Menyusui (3B).

"Program MBG ini akan diperluas nantinya seiring bertambahnya jumlah sasaran, terutama di 3B ini. Nanti akan ada penambahan jumlah dapur, begitu juga dengan peningkatan kualitas menu pada MBG," ujarnya.

Meskipun diakui program MBG yang menyasar 3B di Lombok Timur saat ini belum sepenuhnya optimal, Dr. Hasbi memberikan kabar baik terkait upaya sinergi pusat.

Dinas menargetkan sasaran program MBG untuk 3B di Lombok Timur akan menjadi lebih optimal di tahun 2026. Hal ini seiring dengan adanya kerjasama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).

"Dari Pemerintah pusat dalam hal ini sudah tidak memberikan persentase lagi, artinya seluruh sasaran 3B disetiap dapur MBG ini berapapun jumlahnya akan dilayani," tegas Dr. Hasbi, menunjukkan komitmen penuh pemerintah pusat untuk menjangkau setiap individu sasaran demi menuntaskan masalah stunting. (RS)