Daftar Isi [Tampil]

Prosesi Wisuda ke 10 Universitas Hamzanwadi

Lombok Timur - Radarselaparang.com || Universitas Hamzanwadi menggelar prosesi wisuda akbar yang ke-10, Sabtu (29/11). Sebanyak 1.287 lulusan dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan di hadapan ribuan orang tua dan tamu undangan, menandai kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Momen wisuda kali ini terasa istimewa lantaran beriringan dengan peringatan Hari Guru. Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, atau yang akrab disapa Ummi Rohmi, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan peran historis kampus.

Ummi Rohmi menjelaskan bahwa Universitas Hamzanwadi memiliki akar yang kuat dari tradisi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) yang telah puluhan tahun berperan besar dalam mencetak tenaga pendidik di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kita baru memperingati Hari Guru, dan kampus ini berdiri dari tradisi mencetak tenaga pendidik,” ujarnya.

"Banyak guru yang bekerja di NTB maupun luar daerah merupakan lulusan kampus ini. Itu menjadi tanggung jawab besar bagi kita semua untuk menjaga mutu lulusan,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Rektor memaparkan capaian strategis universitas. Ia menyoroti pembukaan Fakultas Kedokteran serta program studi langka, yaitu Pendidikan Khusus bagi penyandang disabilitas.

“Prodi seperti pendidikan khusus jumlahnya sangat sedikit, dan Hamzanwadi menjadi salah satu yang menyediakannya, terutama di kawasan Bali Nusra,” ucapnya bangga.

Namun, ia menekankan bahwa semua kemajuan harus memotivasi civitas akademika untuk bekerja lebih serius dan berkualitas, memastikan kualitas layanan akademik dan non-akademik tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menyikapi dinamika pasar kerja yang berubah cepat akibat perkembangan teknologi, Ummi Rohmi mengumumkan orientasi baru kampus. Universitas Hamzanwadi kini sedang bertransformasi dari Teaching University menuju Research University.

Transformasi ini diperkuat dengan pembentukan tiga Center of Excellent yang berfokus pada Literasi Digital, Bahasa Asing, dan Kewirausahaan (Entrepreneurship).

Rektor menilai tiga aspek tersebut merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki lulusan agar mampu bersaing secara global. Ia menekankan, kemampuan adaptasi kini menjadi kunci kesuksesan, bahkan ketika profesi yang dijalani tidak linear dengan jurusan kuliah.

Untuk mewujudkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja, Universitas Hamzanwadi memperkuat ekosistem kewirausahaan dan mendirikan Halal Center.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan, tapi mampu menciptakan pekerjaan,” jelasnya.

Pendirian Halal Center bertujuan mempermudah pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi halal. Menurut Rektor, upaya ini sangat penting untuk pengakuan global, memberikan kesempatan bagi produk-produk daerah Lombok Timur menembus pasar internasional. (RS)