![]() |
| Pemberdayaan dengan pelatihan UMKM se Desa Bintang Rinjani |
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis Pemerintah Desa untuk menaikkan kelas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ada yang berbeda dalam pelatihan kali ini. Guna menyuntikkan semangat dan profesionalisme bagi para peserta, Pemdes Bintang Rinjani menghadirkan pemateri ahli dari Mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kehadiran praktisi dari perusahaan plat merah ini terbukti memberikan atmosfer baru yang lebih bergairah bagi para pelaku usaha.
Para peserta tidak hanya mendapatkan teori dasar bisnis, tetapi juga wawasan mengenai standar kualitas produk dan akses jejaring usaha yang selama ini sulit dijangkau oleh pedagang kecil di tingkat desa.
Program pemberdayaan ini melibatkan representasi pelaku usaha dari seluruh wilayah administrasi Desa Bintang Rinjani. Peserta datang membawa berbagai jenis produk unggulan dari tiga dusun utama, yakni Dusun Pengendong, Dusun Peron, dan Dusun Majuwet.
Interaksi antar pelaku usaha dari tiga dusun ini juga dimanfaatkan sebagai ajang tukar pikiran dan kolaborasi potensi lokal yang ada di Desa Bintang Rinjani.
Kepala Desa Bintang Rinjani, H. Nasrun, menegaskan bahwa fokus kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan skill atau kemampuan teknis semata. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah aspek legalitas usaha.
"Para pelaku UMKM ini tidak hanya kita berikan pelatihan dan pembinaan saja, tetapi mereka juga langsung dibimbing untuk membuat Nomor Induk Berusaha (NIB). Ini penting agar ke depan, dalam menjalankan usahanya, mereka memiliki payung hukum yang jelas dan lebih profesional," ujar H. Nasrun di sela-sela kegiatan.
Dengan kepemilikan NIB, para pelaku UMKM di Dusun Pengendong, Peron, dan Majuwet kini memiliki akses lebih mudah terhadap berbagai program bantuan pemerintah, sertifikasi halal, hingga fasilitas pembiayaan perbankan.
Melalui pelatihan dua hari ini, Pemerintah Desa Bintang Rinjani berharap struktur ekonomi desa menjadi lebih kokoh. Transformasi dari usaha tradisional menuju usaha yang terdaftar secara legal dan memiliki wawasan korporasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Suralaga secara umum. (RS)


