Daftar Isi [Tampil]

Bupati Lombok Timur  H. Haerul Warisin didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Muhammad Johan Firmansyah saat menyerahkan claim pada ahli waris. 
LOMBOK TIMUR, Radarselaparang.com || Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menancapkan komitmen kuat untuk mencapai Universal Coverage Jamsostek (UCJ), meskipun dihadapkan pada pemotongan Dana Transfer ke Daerah (DBHCT) dari pusat. Dalam pertemuan "Strategi Akselerasi dan Sinergi Gerakan Pemda" di Ballroom Kantor Bupati, Selasa (9/12), Bupati H. Haerul Warisin bersuara lantang  mengusung slogan “Melindungi yang rentan, membangun yang maju” menuju Lotim SMART, menekankan bahwa perlindungan sosial adalah prioritas utama yang tidak boleh terganggu masalah finansial.

Bupati Warisin secara terbuka mengkritisi dampak kebijakan fiskal dari Pemerintah Pusat. Ia mengungkapkan bahwa DBHCT (Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau) yang digunakan untuk program perlindungan sosial telah dipotong signifikan.

“Yang hari ini di DBHCT itu dipotong oleh Menteri Keuangan 50 persen. Jadi kalau kemarin Lombok Timur dapat sekitar 104 miliar satu tahun, sekarang hanya dapat 25 miliar,” ungkap Bupati.

Meskipun terjadi defisit anggaran sekitar Rp79 miliar, Bupati menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menyurutkan semangat Pemda.

"Apakah pemotongan ini lantas kita harus mengeluh? Tidak, kita tidak boleh mengeluh. Saya jadi Bupati anggaran ini tidak ada masalah," tegasnya, mengarahkan perangkat daerah untuk fokus mencari solusi.

Untuk memastikan pekerja rentan tetap terlindungi, Bupati Warisin memberikan instruksi langsung kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah yang hadir. Kelompok seperti Nelayan, Buruh Tani, Pedagang Asongan, Pedagang Kaki Lima, dan pekerja di dapur MBG secara spesifik diwajibkan masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Ayo Pak Kades, berikan kesempatan masyarakat kita dengan cara bantu mereka masukkan masyarakat kita di BPJS Ketenagakerjaan,” ajak Bupati Warisin.

Komitmen ini bukan sekadar janji, melainkan diperkuat dengan penyerahan simbolis klaim santunan BPJamsostek total Rp830 Juta pada acara tersebut, bukti nyata bahwa program ini berfungsi sebagai penyelamat ekonomi keluarga di Lotim.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Muhammad Johan Firmansyah, menyatakan kesiapannya mendukung target UCJ bersama perangkat desa. Saat ini, masyarakat yang sudah terlindungi 154.015 tenaga kerja aktif per Oktober 2025, dan
Angka pembayaran klaim mencapai Rp30 Miliar kepada 3.106 penerima hingga November 2025.

Ia juga terus mendorong pendaftar mandiri, sebab perlindungan sosial adalah hak dasar yang wajib dimiliki setiap pekerja di Lombok Timur.

"Angka ini menegaskan peran krusial BPJamsostek sebagai penyangga ekonomi bagi pekerja di tengah risiko kerja," jelas Johan. (RS)