LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong menggelar acara pisah sambut Kepala Lapas Selong. Tongkat estafet kepemimpinan resmi berpindah dari Ahmad Sihabudin, MH, kepada Sudirman, SH, dalam suasana penuh kehangatan dan komitmen untuk melanjutkan transformasi positif di dalam jeruji besi.Kamis (25/12).
Ahmad Sihabudin yang akan mengemban tugas baru sebagai Kepala Administrasi di Kepulauan Riau, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada awak media. Menurutnya, media bukan sekadar pelapor berita, melainkan mitra strategis dalam mengevaluasi kinerja Lapas. Dikatakan Media adalah corong kami untuk menyebarkan berita positif dan membentengi kami dari informasi negatif yang tidak berimbang.
"Selama ini, kami membuka akses seluas-luasnya, baik terkait anggaran maupun program pendidikan di dalam Lapas," ujar Sihabudin.
Ia juga menyoroti keberhasilan program pembinaan kepribadian, khususnya bagi warga binaan yang seluruhnya beragama Islam. Salah satu capaian unggulannya adalah kerja sama dengan Muhammadiyah untuk program "Zero Buta Huruf Al-Qur'an", di mana setiap warga binaan diwajibkan bisa membaca Al-Qur'an sebelum bebas.
Meski sukses dalam pembinaan, Sihabudin tidak menampik adanya tantangan besar, yakni over kapasitas. Saat ini, Lapas Selong dihuni oleh lebih dari 300 warga binaan, padahal kapasitas aslinya hanya untuk 139 orang.
Ia juga menitipkan pesan mengenai target besar tahun 2026. "Tantangan ke depan akan berat, terutama mengenai ketahanan pangan yang sudah kita rintis di Menanga Baris. Saya harap media terus mengawal ini bersama Kalapas yang baru," tambahnya.
Menyambut tugas barunya, Sudirman, SH, berkomitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program unggulan pendahulunya. Ia menekankan bahwa pendekatan agama tetap menjadi "senjata utama" dalam menyentuh hati para warga binaan."Kami akan melaksanakan program satu hari satu juz atau khatam Al-Qur'an dalam satu bulan per kamar. Pendekatan spiritual inilah yang paling jitu untuk menenangkan suasana di tengah kondisi lapas yang padat," ungkap Sudirman.
Selain sisi spiritual, Sudirman berencana memperkuat kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pemerintah Daerah Lombok Timur. Tujuannya adalah memberikan sertifikasi keahlian bagi warga binaan mulai dari pertanian hingga sablon agar mereka memiliki bekal nyata saat kembali ke masyarakat.
"Warga binaan ini adalah orang-orang kita juga. Kalau bukan kita yang membina, siapa lagi? Saya mohon dukungan teman-teman media agar sinergi ini tetap berjalan demi kemajuan Lapas Selong," tutupnya. (RS)



