Daftar Isi [Tampil]

Ketua Baznas Lombok Timur Drs. H. Muhammad Kamli.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur bersiap melakukan lompatan besar di tahun 2026. Di bawah nakhoda H. Muhammad Kamli, lembaga amil zakat ini memacu target penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) hingga menyentuh angka Rp30 miliar.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Bertambahnya puluhan muzakki (pemberi zakat) baru yang siap berkomitmen menjadi angin segar bagi program pengentasan kemiskinan di daerah bermoto Patuh Karya tersebut.

Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menyatakan bahwa "karpet merah" menuju target tersebut akan digelar pada pekan kedua Januari 2026 melalui penandatanganan kesepakatan dengan para muzakki baru.

"Insya Allah Januari akan menjadi awal gebrakan. Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati untuk meresmikan beberapa program besar. Target awal Rp20 miliar kami optimistis bisa terlampaui, bahkan mencapai angka Rp30 miliar," ujar Kamli, Rabu (31/12).

Menutup tahun 2025, BAZNAS juga menunjukkan taringnya di bidang kemanusiaan. Berkolaborasi dengan KNPI dan FKDM, BAZNAS berhasil menghimpun dana sebesar Rp350.800.000 untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera.

Donasi ini diserahkan langsung kepada Bupati Lombok Timur di sela-sela peresmian jalan di Kecamatan Terara. Dengan tambahan ini, total bantuan kemanusiaan dari Kabupaten Lombok Timur (termasuk dana Pemda) kini menembus angka Rp1 miliar.

"Kolaborasi dengan jaringan KNPI dan FKDM hingga ke desa-desa sangat efektif. Ini adalah wujud empati kolektif masyarakat Lombok Timur," jelasnya.

Memasuki tahun baru, BAZNAS telah menyiapkan serangkaian program pemberdayaan masyarakat yang nyata seperti Peresmian 57 unit rumah layak huni dan rehabilitasi 27 rumah warga, Penyerahan 25 unit gerobak usaha untuk pelaku UMKM, dan Pembangunan Rumah Sakit BAZNAS menjadi agenda prioritas utama.

H. Kamli menegaskan bahwa transparansi adalah kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik. BAZNAS Lombok Timur berkomitmen menerapkan prinsip kerja SMART (Santun, Mapan, Amanah, Responsif, dan Transparan). Peran media sangat krusial. Tanpa media, BAZNAS tidak akan dikenal hingga ke pelosok.

"Bersama media, kita tumbuhkan kepercayaan publik agar semakin banyak muzakki yang lahir, sehingga manfaat yang dirasakan masyarakat juga semakin luas," pungkas Kamli. (RS)