Daftar Isi [Tampil]

Bupati H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya didampingi Kadis PUPR Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi, saat launching program penganggaran tahun jamak (multi-years) untuk percepatan pembangunan jalan kabupaten dan poros desa.

Lombok Timur - Radarselaparang.com || Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi meluncurkan (launching) program penganggaran tahun jamak (multi-years) untuk percepatan pembangunan jalan kabupaten dan poros desa. Acara strategis ini dipusatkan di Kecamatan Terara, Rabu (31/12), dan dihadiri langsung oleh duet pemimpin daerah, Bupati H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya.

Program ambisius ini menyasar konektivitas wilayah sebagai urat nadi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat di Bumi Patuh Karya.

Dalam sambutannya, Bupati H. Haerul Warisin menegaskan bahwa pembangunan akses jalan adalah kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditawar. Ia memberikan apresiasi khusus kepada masyarakat Terara yang taat membayar pajak sebagai motor utama pembangunan.

Melalui lompatan besar di sektor infrastruktur ini, Pemkab Lombok Timur berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat, sehingga mobilitas warga lancar dan kesejahteraan ekonomi meningkat secara merata.

"Apa pun alasannya, pembangunan jalan harus dilaksanakan. Jalan menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan," tegas Bupati Warisin.

Bagi desa-desa yang belum tersentuh pada tahap ini, Bupati menjanjikan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya mengakomodir selama ketersediaan anggaran memungkinkan.
Ruas Terara–Santong Jadi Prioritas Utama

Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi, merinci bahwa titik awal percepatan ini dimulai dari ruas Terara–Santong. Ruas jalan sepanjang 5,49 kilometer ini mendapat alokasi fantastis sebesar Rp14 miliar untuk penanganan prioritas sepanjang 4 kilometer.

"Kondisi ruas ini membutuhkan penanganan serius. Kami meningkatkan kualitas konstruksi, termasuk pada bahu jalan yang menggunakan fondasi hotmix agar memiliki ketahanan jangka panjang," jelas Dewanto.

Secara total, skema tahun jamak ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar. Hingga saat ini, dana yang telah terserap mencapai Rp229 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp21 miliar akan dialokasikan untuk rekomendasi ruas prioritas lainnya.

Proyek besar ini mencakup 59 ruas jalan dengan total panjang mencapai 165 kilometer. Rinciannya terdiri dari 49 ruas jalan kabupaten dan 11 ruas jalan strategis lainnya yang akan dikerjakan bertahap hingga tahun 2027.

Adapun progres terkini di lapangan, yakni Pemenang tender telah menandatangani kontrak pada 18 Desember lalu, Vendor saat ini tengah melakukan konsolidasi personel dan peralatan, dan Pengerjaan fisik di lapangan dipastikan mulai aktif pada pertengahan Januari 2026.

Acara launching ini juga diwarnai aksi solidaritas. Di sela kegiatan, diserahkan donasi kemanusiaan hasil kolaborasi BAZNAS, KNPI, dan FKDM sebesar Rp350.800.000 untuk membantu korban bencana di Sumatera. (RS)