Daftar Isi [Tampil]

Gambar hanyalah ilustrasi by google
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Warga Lingkungan Aik Ampat, Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan di parit saluran irigasi sawah Dasan Kubur Belo pada Kamis (11/12) pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

Penemuan tragis ini diduga kuat merupakan kasus pembuangan bayi oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab, mengingat kondisi bayi saat ditemukan masih lengkap dengan tali pusat yang utuh dan panjang.

Kronologi penemuan berawal dari saksi mata, Muh. Yanuarka Ali Pratama, seorang siswa kelas 2 MI Aik Ampat. Saat dalam perjalanan pulang sekolah sekitar pukul 10.00 WITA, pandangannya tertuju pada benda yang mengapung di saluran irigasi. Ia mulanya mengira benda tersebut adalah sebuah boneka.

"Anak-anak itu mengikuti benda yang mereka kira boneka. Sekitar 100 meter dari tempat awal mereka melihat, benda itu tersangkut," terang Ali Pratama

Teriakan para siswa memancing perhatian warga yang saat itu sedang menanam bibit di sawah. Tak lama kemudian, seorang pengendara yang melintas berhenti dan spontan mengangkat "benda" tersebut dari parit.

Saksi lain, Fitriatul Aini, seorang guru swasta, yang sedang bekerja di tempat pembibitan berjarak sekitar 7 meter dari TKP, langsung mendekat. Betapa terkejutnya ia, benda yang diangkat itu ternyata adalah mayat bayi tanpa sehelai pakaian dalam posisi tengkurap.

Fitriatul Aini bersama Ketua Lingkungan Aik Ampat dan Ketua RT 18, Husairi, segera menghubungi Polmas dan Trantib Kelurahan Kelayu Jorong untuk penanganan lebih lanjut.

Kejadian ini dibenarkan Kasi Humas Polres Lotim  AKP Nikolas Osman, mengatakan setelah mendapatkan laporan, Polmas Kelayu Jorong yang tiba di lokasi memastikan bahwa mayat bayi malang tersebut berjenis kelamin perempuan. Kondisi air parit yang dilaporkan deras akibat hujan semalam menguatkan dugaan bahwa bayi tersebut mungkin dibuang dari lokasi yang cukup jauh atau dari pinggir jalan sepi yang berdekatan dengan aliran irigasi.

Untuk mengungkap lebih lanjut penyebab kematian, berat, ukuran, DNA, serta memastikan tempat kelahirannya (medis atau non-medis), tim Inafis Polres Lotim telah menyarankan agar jenazah bayi dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB untuk dilakukan autopsi.

Pihak Bhabinkamtibmas Kelayu Jorong kini diharapkan bekerja sama dengan kelurahan dan jajarannya untuk melakukan penyisiran dan pemeriksaan di sekitar wilayah Kelayu Jorong. Penyelidikan difokuskan untuk mencari tahu apakah ada masyarakat yang tiba-tiba melahirkan namun tidak melaporkan atau mengkonfirmasi kelahirannya kepada instansi terkait.

"Saat ini, jenazah bayi tersebut sudah diamankan dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB guna proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas AKP Nikolas. (RS)