Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa di era saat ini, hambatan untuk memulai usaha semakin terkikis. Menurutnya, selain tekad dan pengetahuan, akses permodalan kini jauh lebih terbuka bagi siapa saja yang ingin berkembang.
Sekda mencontohkan keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan melalui Bank Himbara sebagai solusi nyata bagi pelaku usaha. Meski pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan, ia mengakui adanya keterbatasan jangkauan.
"Tahun ini Pemda Lombok Timur baru dapat memberikan bantuan bagi sekitar 31 ribu UMKM. Kami menyadari belum bisa menjangkau seluruhnya," ungkap Sekda Juaini.
Namun, Sekda Juaini menggarisbawahi poin penting bahwa bantuan pemerintah bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan. Ia percaya bahwa UMKM yang benar-benar bertahan dan sukses adalah mereka yang memiliki mental mandiri.
Kunci Sukses terang Sekda Juaini Bukan sekadar bantuan, melainkan kombinasi antara tekad, pengetahuan, dan keaktifan mencari informasi.
Sekda Juaini memuji masyarakat Masbagik yang selama ini dikenal ulet dalam dunia usaha, dan berharap kegiatan ini menjadi katalisator bagi UMKM lokal untuk "naik kelas".
Menariknya, kegiatan ini bertepatan dengan 1 Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan. Sekda berharap momentum religius ini membawa keberkahan bagi para peserta agar usaha mereka semakin berkembang dan profesional.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Lombok Timur serta sejumlah pimpinan cabang BUMN, yang menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan kewirausahaan di wilayah Masbagik. (RS)



