MATARAM - Radarselaparang.com || Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah strategis dalam penguatan layanan kemanusiaan dan respon cepat kebencanaan. Hal ini ditandai dengan suksesnya Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Baznas Se-NTB yang mencapai puncaknya dengan Pengukuhan Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) Tingkat Provinsi.
Unsur pimpinan BAZNAS Lombok Timur di Rakorda BAZNAS NTB.
Acara bersejarah ini diselenggarakan sebagai simbol nyata penguatan sinergi antara BAZNAS pusat dan daerah. Momen pengukuhan menjadi istimewa karena langsung dipimpin oleh Ibu Saida Sakwan, MA, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat, bersama seluruh Ketua Baznas Kabupaten/Kota se-NTB.
Pengukuhan BTB ini menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan tanggap terhadap potensi bencana di wilayah NTB yang dikenal rawan.
"Pengukuhan ini merupakan simbol penguatan sinergi, kesiapsiagaan, dan komitmen bersama dalam meningkatkan layanan kemanusiaan serta respon cepat kebencanaan di wilayah Nusa Tenggara Barat," ujar Lalu Muhammad Iqbal Murad Ketua Baznas Provinsi NTB.
![]() |
| Keakraban Ketua Baznas Lombok Timur dengan Gubernur NTB di acara rakorda |
Rangkaian Rakorda tidak hanya fokus pada kesiapsiagaan bencana, tetapi juga menjadi panggung bagi agenda pendistribusian zakat yang masif. BAZNAS RI bersama Baznas Provinsi NTB melaksanakan penyaluran simbolis program-program unggulan, yang terdiri dari 7 Program Pendayagunaan dan 13 Program Pendistribusian.
Total 20 program ini merupakan wujud nyata komitmen Baznas dalam memperluas kebermanfaatan zakat. Penerima manfaat tersebar luas di seluruh NTB, mencakup berbagai sektor penting, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, hingga penguatan kesejahteraan mustahik.
Penyaluran simbolis ini menjadi penegasan semangat kolaborasi tiga pihak (Baznas RI, Baznas Provinsi, dan Baznas Kabupaten/Kota) untuk menghadirkan layanan zakat yang terarah, merata, dan berdampak langsung bagi mustahik di Bumi Seribu Masjid. (RS)


