![]() |
| Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin saat memberikan memotivasi dan arahanya di hadapan ratusan penyuluh pertanian dalam acara Konsolidasi Akbar DPD Perhiptani Kabupaten Lombok Timur |
Mengusung tema “Swasembada Pangan Menuju Pertanian Lombok Timur yang SMART”, kegiatan ini menjadi panggung bagi Bupati untuk memaparkan visinya dalam membawa pertanian lokal bersaing di kancah nasional.
Hadir dalam acara tersebut Kadis Pertanian beserta jajarannya, serta pengurus DPD Perhiptani yang berkomitmen penuh mendukung visi besar Bupati menuju pertanian Lombok Timur yang SMART (Sustain, Modern, Adaptive, Resilient, and Technologically advanced).
Dalam arahannya, Bupati Haerul Warisin menekankan pentingnya meninggalkan pola tradisional. Ia menantang para penyuluh untuk melahirkan inovasi teknologi yang mampu melawan tantangan alam.
"Cari teknologi bagaimana cabai, tomat, dan bawang merah bisa hidup dan berproduksi sepanjang masa tanpa terpengaruh musim. Saya ingin penyuluh menjadi sosok militan yang mampu mengubah cara kerja tradisional menjadi modern," tegas Bupati Iron dengan penuh semangat.
Menurut Bupati Iron, penyuluh tidak boleh sekadar menjadi pendamping, tetapi harus menjadi pemberi solusi nyata terhadap kebutuhan pasar dan ketersediaan komoditas penting sepanjang tahun.
Sebagai kabupaten yang telah meraih penghargaan nasional dalam menekan inflasi, Bupati meminta prestasi tersebut dipertahankan. Salah satu strateginya adalah melalui gerakan pemanfaatan lahan pekarangan.
"Kalau sudah jadi penyuluh tapi di rumahnya tidak ada tanaman apa-apa, itu keliru," sindir Bupati Iron disambut tawa peserta.
Bupati Iron menginstruksikan penyuluh untuk memberi contoh nyata dengan mengajak masyarakat mengisi polibag dengan sayuran dan cabai.
"Jika setiap rumah tangga mandiri pangan, inflasi bisa kita turunkan dengan cepat." ungkap Bupati Iron.
Terkait peralihan status kelembagaan penyuluh ke bawah kementerian pusat, Bupati mengingatkan soal kedisiplinan kerja. Namun, ia menjamin dukungan Pemerintah Daerah tidak akan putus.
"Urusan fasilitas, Insya Allah Pemerintah Daerah tetap akan memberikan tempat karena Anda adalah mitra strategis kami," ujarnya menanggapi aspirasi Ketua Perhiptani Lotim, Lalu Muhammad Zaenudin, yang sempat mengusulkan perbaikan kantor dan kendaraan operasional.
Menutup sambutannya, Bupati H. Iron mengingatkan tantangan besar di depan mata, yakni program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan pangan berkualitas akan melonjak drastis, dan Lombok Timur harus siap menjadi penyuplai utama.
"Kita harus berdaulat pangan agar tidak bergantung pada negara lain. Lombok Timur harus terus konsisten menyuplai kebutuhan daerah lain seperti Bali dan NTT melalui varietas yang produktivitasnya tinggi meski umurnya pendek," pungkasnya. (RS)


