![]() |
| Apel siaga Lapas menjelang Nataru |
Kegiatan krusial ini menjadi ajang konsolidasi besar-besaran yang mempertemukan seluruh elemen keamanan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Apel siaga ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil) NTB, Anak Agung Gde Krisna. Tak hanya internal pemasyarakatan, kekuatan pengamanan juga diperkuat dengan kehadiran Kepala BNNP NTB, jajaran Polres Lombok Barat, Koramil 1606-04/Gerung, BPBD, Dinas Damkar, hingga Sat Brimob Lombok Barat.
Kepala LPKA Lombok Tengah, Hidayat, hadir memimpin langsung delegasinya didampingi oleh pejabat struktural kunci, mulai dari Kasi Pengawasan dan Penegakan Disiplin hingga jajaran Subseksi Pendidikan dan Bimkemas.
Waspadai Potensi Gangguan Keamanan
Dalam amanatnya, Kakanwil NTB Agung Krisna menekankan bahwa momen pergantian tahun selalu dibarengi dengan peningkatan risiko gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di lingkungan Lapas dan Rutan.
"Meningkatnya aktivitas di dalam dan sekitar Lapas berpotensi menimbulkan kerawanan apabila tidak diantisipasi secara optimal. Apel siaga ini adalah bentuk kesiapan kita mengikuti arahan dan petunjuk Direktur Jenderal Pemasyarakatan," tegas Agung Krisna di hadapan peserta apel.
Ia menginstruksikan seluruh petugas untuk memperketat pengawasan dan menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dengan disiplin tinggi guna memastikan perayaan keagamaan dan tahun baru berjalan kondusif.Momentum apel ini juga menjadi hari yang membanggakan bagi insan pemasyarakatan. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB memberikan penghargaan khusus kepada UPT Pemasyarakatan yang dinilai sukses menyelenggarakan program Rehabilitasi Pemasyarakatan sepanjang tahun 2025. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa fungsi pembinaan dan pemulihan tetap berjalan beriringan dengan fungsi pengamanan.
Partisipasi LPKA Lombok Tengah dalam apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan lingkungan pembinaan bagi anak didik pemasyarakatan tetap aman dan harmonis selama masa libur panjang Nataru.
Dengan sinergi lintas instansi yang solid, diharapkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Lombok mampu meminimalisir segala bentuk gangguan dan memberikan rasa aman bagi warga binaan maupun masyarakat luas. (RS)



