Daftar Isi [Tampil]

Wisuda kelulusan Standar 2 (S2) dalam program Sekolah Lansia Sehat Ceria Desa Bagik Payung Selatan Kecamatan Suralaga
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Pendopo Bupati Lombok Timur mendadak penuh haru dan khidmat. Sebanyak 54 lansia dari Desa Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga, resmi menyandang gelar kelulusan Standar 2 (S2) dalam program Sekolah Lansia Sehat Ceria. Wisuda ini bukan sekadar perayaan angka usia, melainkan simbol perlawanan terhadap stigma bahwa masa tua adalah masa yang tidak berdaya. Senin (12/01/2026).

Program yang diinisiasi melalui Mitra Kolaborasi Sharing Happiness ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam mendongkrak kualitas hidup penduduk seniornya.

Kepala DP3AKB Lombok Timur, dr. Hasbi Santoso, menjelaskan bahwa perjalanan para wisudawan ini cukup panjang. Setelah lulus dari Standar 1 (S1) pada November 2024 yang fokus pada kesehatan jasmani, spiritual, dan gizi, di level S2 ini mereka ditempa dengan keahlian praktis.

Ditegaskan dr Hasbi, Di Standar 2 ini, para lansia dibekali tambahan keterampilan seperti memasak dan berbagai kecakapan lain sesuai kemampuan fisik masing-masing.

"Targetnya jelas yakni mereka harus mandiri dan tetap produktif," tegas dr. Hasbi.

Jumlah wisudawan kali ini terdiri dari 15 pria dan 39 perempuan. Ambisi pemkab tidak berhenti di sini; kurikulum Sekolah Lansia telah dirancang hingga Standar 3 (S3), yang nantinya akan fokus pada hilirisasi keterampilan menjadi nilai ekonomi tambah.

Asisten III Setda Lombok Timur, Husnul Basri, dalam sambutannya menekankan bahwa program ini memiliki dampak strategis bagi daerah. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur berada di peringkat kelima di NTB.

"Secara statistik, wisuda lansia ini diharapkan berkontribusi positif terhadap peningkatan IPM. Kita ingin lansia kita mandiri, produktif, dan tidak menjadi beban bagi keluarga," ujar Husnul Basri.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Kecamatan Suralaga dan Desa Bagik Payung Selatan yang menjadi motor penggerak program ini, sembari berharap model serupa direplikasi di seluruh wilayah Lombok Timur.

Data dari Kemendukbangga/BKKBN NTB menunjukkan tantangan besar di depan mata. Populasi lansia di Indonesia diproyeksikan melonjak hingga 50-70 juta jiwa. Dr. Drs. Lalu Makripuddin dari BKKBN NTB mengungkapkan bahwa 50 persen lansia di Indonesia masih bergelut dengan masalah kesehatan dan ekonomi. Lombok Timur patut diapresiasi karena telah memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh lansianya. 

"Ini langkah konkret menuju Indonesia Emas 2045, di mana kita ingin lansia tetap berdaya, bukan menjadi beban," kata Lalu Makripuddin.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan pesan menyentuh dari dr. Hasbi kepada para wisudawan, "Jangan pernah bosan belajar, karena belajar adalah ibadah yang membawa berkah hingga akhir hayat." (RS)