Daftar Isi [Tampil]

 

Pentas seni Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAIH Pancor
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Aula Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor mendadak semarak dengan warna-warni budaya dan kreativitas mahasiswa. Mengusung tema “Berkarya, Berbudaya, dan Berkreasi”, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sukses menggelar Pentas Seni Mahasiswa pada Jumat (30/01/2026).

Acara ini bukan sekadar pertunjukan hiburan biasa, melainkan panggung pembuktian bagi para calon guru PAUD dalam menguasai kompetensi seni dan budaya sebagai bekal mendidik generasi masa depan.

Integrasi Akademik dalam Balutan Seni
Kaprodi PIAUD IAIH Pancor, Baiq Halimatuzzuhrotulaini, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi akhir semester yang terintegrasi. Mahasiswa ditantang untuk menerjemahkan teori di ruang kelas ke dalam bentuk karya nyata.

"Pentas seni ini adalah wadah integrasi nilai akademik dan non-akademik. Mahasiswa terlibat langsung mulai dari merancang konsep, mengelola manajemen pertunjukan, hingga evaluasi akhir," ujar sosok yang akrab disapa Zuhro tersebut.

Panggung pentas seni kali ini menonjolkan eksplorasi pada bidang seni musik dan tari. Mahasiswa PIAUD tampil memukau dengan mengombinasikan tarian nusantara yang sarat nilai tradisi dengan sentuhan modern yang energik.

Menurut Zuhro, kemampuan ini sangat krusial bagi calon guru PAUD. Agara Pembelajaran Menyenangkan dengan mencetak guru yang kreatif mampu menciptakan suasana kelas yang komunikatif.

Penguatan Karakter dengan Menanamkan nilai kerja sama, kepercayaan diri, dan apresiasi budaya sejak dini, dan Pelestarian Budaya karena Mahasiswa tidak hanya menari, tapi memahami filosofi di balik setiap gerakan budaya lokal.

Melihat dampak positif yang dihasilkan, pihak prodi berkomitmen menjadikan pentas seni ini sebagai agenda rutin tahunan. Harapannya, kualitas lulusan PIAUD IAIH Pancor tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa seni yang mampu memberikan pengalaman belajar bermakna bagi anak-anak.

"Kedepan, kami ingin kegiatan ini terus berkembang untuk memperkaya budaya akademik di lingkungan kampus dan meningkatkan kualitas lulusan kami sebagai pendidik yang inovatif," pungkas Zuhro. (rs)