Daftar Isi [Tampil]

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menunjukkan sikap "tancap gas" dalam memulai tahun anggaran. Tak ingin menunda hingga akhir tahun, ia menginstruksikan agar seluruh usulan paket pekerjaan sudah masuk pada triwulan pertama. Fokus utamanya kali ini adalah penyaluran bantuan sosial senilai Rp30 miliar untuk pengentasan kemiskinan ekstrem.

Langkah ini diambil untuk memastikan serapan anggaran lebih berkualitas dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Guna menjaga transparansi dan menghindari potensi masalah hukum, Bupati secara resmi telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur. Ia meminta Ibu Kajari melakukan pendampingan langsung terhadap proyek pengadaan sembako jumbo senilai Rp30 miliar tersebut.

"Kemarin sudah saya informasikan kepada Ibu Kajari untuk pendampingan. Ada paket sembako 30 miliar, silakan didampingi. Sekarang sudah clear," tegas Bupati.

Menurutnya, anggaran ini bukan lagi sekadar instrumen pengendalian inflasi, melainkan intervensi langsung untuk masyarakat kategori miskin ekstrem hingga masyarakat miskin umum sesuai urutan prioritas data yang ada.

Ada yang menarik dalam spesifikasi paket bantuan kali ini. Bupati meminta agar isi bantuan tidak monoton. Selain bahan pokok esensial seperti beras, minyak goreng, dan sayur-mayur, H. Haerul Warisin secara khusus meminta ditambahkan item kain sarung.

Bupati beralasan bahwa kebutuhan masyarakat bukan hanya soal perut (pangan), tetapi juga aspek sandang yang menunjang aktivitas sosial dan ibadah mereka.

"Saya minta ada sarung ya. Menurut saya lumayan, jangan hanya beras saja, jangan hanya ulas (biji-bijian) saja. Tapi ada gula, beras, minyak, sayur, dan supaya ada sarungnya," tambahnya.

Bupati menegaskan bahwa penentuan penerima manfaat harus berbasis data yang akurat. Fokus utama dimulai dari warga miskin ekstrem, kemudian bergerak menyisir warga kategori miskin hingga kuota anggaran terpenuhi.

"Data penerima paket ini kita ambil dari miskin ekstrem, naik ke atas sampai dengan miskin," pungkasnya. (rs)