Daftar Isi [Tampil]

Akibat cuaca buruk disertai angin kencang salah satu atap rumah warga diterbangkan angin di desa Belanting Kecamatan Sambelia
LOMBOK TIMUR - Radrselaparang.com || Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Lombok Timur kembali memakan korban materiil. Pada Jumat pagi, sebuah insiden memilukan menimpa salah satu warga di Dusun Pedamekan, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia. Akibat hujan lebat yang disertai angin kencang, sebuah rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah atapnya terbang tersapu angin. Jumat (23/01/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WITA, saat sebagian besar warga baru memulai aktivitas pagi. Menurut kesaksian warga, angin kencang datang secara tiba-tiba dengan kekuatan yang cukup besar, langsung menghantam struktur bangunan dan menerbangkan material atap rumah tersebut dalam hitungan detik.

Meskipun intensitas hujan saat itu cukup tinggi, namun kekuatan anginlah yang menjadi penyebab utama kerusakan. Beruntung, dalam kejadian mencekam tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri tepat waktu sebelum kerusakan meluas.

Namun, kerugian materiil tidak dapat dihindari. Kerusakan pada bagian atap membuat isi rumah terpapar langsung oleh hujan, yang berpotensi merusak barang-barang berharga di dalamnya. Hingga saat ini, estimasi total kerugian masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Menanggapi bencana ini, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Belanting langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi mandiri dan pendataan awal. Pihak TSBD terus bergerak aktif melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan serta instansi terkait di Kabupaten Lombok Timur.

"Kami terus menjalin koordinasi dengan pemerintah terkait perihal kondisi cuaca ekstrem ini. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan memantau potensi bencana susulan," ujar salah satu perwakilan TSBD setempat.

Insiden di Dusun Pedamekan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Sambelia, khususnya di pesisir Desa Belanting, untuk tetap waspada. Mengingat letak geografis wilayah ini yang cukup terbuka terhadap terpaan angin laut, ancaman angin puting beliung maupun angin kencang saat musim hujan menjadi risiko yang nyata.

Warga diimbau untuk rutin mengecek kekuatan struktur atap rumah dan memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar pemukiman guna meminimalisir risiko jika angin kencang kembali terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, warga sekitar bersama relawan mulai bahu-membahu membantu korban secara swadaya sembari menunggu bantuan darurat dari pemerintah daerah. (rs/Acip)