Radarselaparang.com || Pendopo Bupati Lombok Timur menjadi saksi pertemuan krusial antara penguasa dan aktivis. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan Sekda H. M. Juaini Taofik, duduk bersama perwakilan gabungan mahasiswa dalam suasana yang penuh keterbukaan, Jumat (23/1/2026).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari gelombang aspirasi mahasiswa yang menuntut perbaikan tata kelola pemerintahan, khususnya di sektor pariwisata.
Dalam dialog tersebut, Bupati yang akrab disapa H. Iron ini menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur tidak anti terhadap kritik. Ia justru mengapresiasi aksi mahasiswa sebagai fungsi kontrol sosial yang vital bagi kinerja pemerintah.
"Kami menghargai aspirasi yang disampaikan dengan cara yang santun dan beradab. Kami tidak anti keritik, Kami siap melakukan audiensi jika ada ide dan gagasan untuk kemajuan Lotim, misalnya membedah sejarah tanggal HUT Lotim," ujar Bupati Iron dengan nada terbuka.
Salah satu poin paling tajam dalam pertemuan ini adalah tuntutan mahasiswa agar Bupati mencopot Kepala Dinas Pariwisata dan Staf Khusus Bidang Pariwisata. Menanggapi hal tersebut, Bupati tidak mengelak, namun menekankan pentingnya prosedur formal.
Bupati Iron menyatakan bahwa proses evaluasi terhadap kedua pejabat tersebut akan dilakukan dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia mengakui bahwa sikap kritis mahasiswa sejalan dengan rencana pemerintah yang tengah memacu pembangunan objek wisata di Gumi Patuh Karya.
Terkait isu pergantian pengelola kawasan wisata Sunrise Land Lombok (SLL) yang sempat memanas, Bupati Iron menegaskan bahwa itu adalah murni kebijakan strategisnya. Ia pun menantang semua pihak untuk ikut memantau."Kami persilakan semua pihak, termasuk mahasiswa, untuk mengawasi. Hasilnya nanti kita evaluasi bersama demi kebaikan pariwisata kita," tegas Bupati Iron.
Sikap humanis ditunjukkan Bupati Iron saat merespons laporan adanya mahasiswa yang mengalami luka-luka saat unjuk rasa sebelumnya. Tanpa menunda, orang nomor satu di Lombok Timur ini langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk memberikan penanganan medis.
"Untuk yang terluka dalam aksi kemarin, saya sudah instruksikan Sekda agar segera diurus. Kesehatan dan keselamatan tetap prioritas," ungkap Bupati Iron di hadapan para pimpinan organisasi mahasiswa.
Menutup pertemuan tersebut, H. Haerul Warisin menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi selain memajukan Lombok Timur.
"Dukungan dari mahasiswa sebagai kaum intelektual sangat dibutuhkan untuk memastikan pembangunan tetap berada di jalur yang benar," tutup H. Iron. (RS)



