![]() |
| Nurul Hadi, SS., M.Pd. Ketua Harian DPD DMI Lombok Timur, saat membuka secara resmi pembentukan pengurus DMI di Kecamatan Montong Gading dan Sakra Barat |
Langkah cepat ini merupakan mandat langsung dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi untuk memastikan mesin DMI bekerja hingga ke akar rumput.
Pada Kamis (29/01/2026), giliran Kecamatan Montong Gading dan Sakra Barat yang menjadi titik fokus. Pembentukan pengurus cabang di dua wilayah ini dibuka langsung oleh Ketua Harian DPD DMI Lombok Timur, Nurul Hadi, SS., M.Pd.
Kehadiran jajaran DPD DMI ini bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan upaya konsolidasi kekuatan umat. Nurul Hadi menegaskan bahwa waktu mereka sangat terbatas mengingat agenda besar daerah sudah di depan mata.
"Kami harus bergerak cepat. Setelah pelantikan kabupaten di pendopo kemarin, amanat AD/ART jelas dengan struktur di 21 kecamatan harus segera rampung agar program kerja bisa langsung dirasakan jamaah," tegas Nurul Hadi dalam sambutannya.
Ada alasan mendasar di balik gerak cepat ini. DPD DMI Lombok Timur telah dipastikan masuk dalam Tim Safari Ramadhan yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah dan dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur.
Nurul Hadi mengingatkan para pengurus di tingkat kecamatan untuk segera berbenah menyambut bulan suci Ramadhan. Namun, ia juga memberikan catatan tajam mengenai fungsi masjid yang selama ini seringkali dianggap sempit.
Dengan terbentuknya kepengurusan di tingkat kecamatan, DMI Lombok Timur optimis peran masjid sebagai pusat peradaban di Gumi Selaparang akan kembali bangkit dan lebih berdenyut.
"Masjid bukan sekedar tempat melaksanakan salat lima waktu, tetapi kita berharap peran masjid sebagai pusat peradaban," ujarnya lugas.
Ia menjabarkan visi besar DMI ke depan diantaranya Sentral Sosial Kemanusiaan dengan Masjid harus menjadi garda terdepan saat warga tertimpa musibah atau kesulitan.
Juga masjid sebagai Pusat Pendidikan & Ekonomi dengan mendorong terciptanya ekosistem ekonomi umat dari teras masjid, serta masjid menjadi ruang ramah anak karena DMI ingin menghapus kesan kaku di masjid.
Salah satu poin menarik yang ditekankan adalah kenyamanan bagi anak-anak. DMI berharap masjid menjadi tempat yang nyaman dan dirindukan, terutama pada waktu-waktu krusial pembelajaran Al-Qur'an seperti bakda Asar dan Magrib.
"Kami berharap masjid jadi tempat nyaman bagi anak-anak kita. Jangan sampai mereka merasa asing di rumah ibadahnya sendiri. Transformasi ini harus dimulai dari sekarang," tutup Nurul Hadi. (rs).

