Lombok Timur - Radarselaparang.com || Pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Lombok Timur kini berada dalam zona merah. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat melaporkan bahwa ketersediaan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) saat ini dalam kondisi nihil alias zero stock.
Anan Tarfi, Sekretaris Dinas Dukcapil Lombok Timur.
Kondisi ini memaksa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melayangkan permohonan darurat sebanyak 120 ribu lembar blanko ke pemerintah pusat untuk menutupi kebutuhan sepanjang tahun 2026.
Sekretaris Dinas Dukcapil Lombok Timur, Anan Tarfi, mengonfirmasi bahwa kekosongan stok ini berpotensi besar menghambat pelayanan pencetakan KTP bagi warga.
"Saat ini kondisi blanko e-KTP benar-benar kosong. Karena itu, kami mengajukan permohonan lebih dari 120 ribu blanko untuk kebutuhan tahun 2026," tegas Tarfi saat memberikan keterangan, Rabu (21/01/2026).
Angka 120 ribu lembar bukanlah tanpa alasan. Tingginya angka pertumbuhan penduduk, tren pernikahan yang memicu perubahan status, hingga dinamika pemekaran wilayah di Lombok Timur membuat permintaan e-KTP melonjak tajam setiap tahunnya.
Demi menjaga agar pelayanan tidak benar-benar berhenti total, Dukcapil Lombok Timur terpaksa menempuh langkah darurat dengan meminjam stok blanko dari kabupaten tetangga.
"Kami terus berupaya agar pelayanan tidak terhenti. Bahkan dalam kondisi darurat, kami melakukan peminjaman blanko ke kabupaten lain," ungkap Tarfi.
Selain meminjam stok, pihak dinas juga terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi dan pusat. Harapannya, suplai blanko dapat segera tiba di Selong agar masyarakat tidak menjadi korban birokrasi akibat ketiadaan material cetak.
Ketergantungan daerah terhadap suplai blanko dari pusat memang menjadi masalah klasik yang terus berulang. Namun, dengan jumlah penduduk Lombok Timur yang sangat besar, kekosongan stok ini dianggap sebagai masalah serius yang memerlukan penanganan kilat.
"Mudah-mudahan di tahun 2026 ini semua kendala, terutama yang menghambat pelayanan di tingkat bawah, bisa terselesaikan dengan baik," pungkasnya. (rs)

