![]() |
| Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben secara resmi mengukuhkan Dewan Pengurus baru untuk periode 1447–1449 Hijriah, bertempat di Aula Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi |
Acara pengukuhan ini bukan sekadar seremoni organisasi biasa. Kehadiran Camat Wanasaba sebagai representasi pemerintah menjadi simbol kuat bahwa "Negara Hadir" dalam mendukung lembaga keagamaan berbasis komunitas sebagai pilar pembangunan sosial di tingkat lokal.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina, Ustaz Ahmad Asdaruddin, S.Sos., yang juga merupakan tokoh pendidikan dan Anggota Dewan Pembina Alumni Nasional YPP Nurul Huda Surabaya. Dalam mandatnya, ia resmi menetapkan Wahyu Abdul Muttaqin Sona sebagai Ketua Umum untuk memimpin nahkoda organisasi tiga tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Ustaz Ahmad Asdaruddin menegaskan bahwa Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi bukan sekadar perkumpulan lokal, melainkan organisasi persaudaraan yang telah diakui secara nasional dan memiliki legalitas hukum yang kuat.
"Majlis ta’lim adalah wadah strategis. Di sini, spiritual, intelektual, dan sosial kemasyarakatan melebur menjadi satu kekuatan untuk meningkatkan kapasitas umat," tegas Asdaruddin.
Rangkaian acara semakin khidmat dengan digelarnya Musyawarah Besar (Mubes) IX yang dirangkai dengan Haflah Tilawatil Qur’an. Kehadiran qari dan qari’ah tingkat nasional hingga internasional memberikan atmosfer spiritual yang kental, sekaligus menjadi motivasi bagi lahirnya generasi pecinta Al-Qur’an di Lombok Timur.
Asdaruddin menekankan bahwa pengurus baru memiliki tugas berat namun mulia: mengakomodasi lintas generasi. Ia mendorong kepengurusan Wahyu Abdul Muttaqin Sona untuk membangun kolaborasi luas dengan berbagai lembaga keagamaan guna memperkuat ekosistem keumatan.
Selain unsur pemerintah, acara ini juga dihadiri oleh Direktur LSM Garuda Indonesia, para alim ulama, serta tokoh masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan posisi strategis Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi sebagai Pusat Pembinaan Jamaah untuk Menghasilkan umat yang produktif dan berdaya, Simpul Modal Sosial: Menjadi perekat hubungan antarwarga berbasis nilai agama, dan Ruang Pembangunan Manusia: Tempat mengasah kualitas diri bagi pemuda dan orang tua.
Dengan semangat konsolidasi yang ditekankan oleh Dewan Pembina, kepengurusan periode 1447–1449 Hijriah ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata dan menjadikan Majlis Ta’lim sebagai motor penggerak kemajuan umat di Kabupaten Lombok Timur. (rs)

