LOMBOK UTARA - Radarselaparang.com || Komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima terus diperkuat oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Lombok Utara. Kepala Kantor Pertanahan Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, S.H., M.H., memimpin langsung Rapat Koordinasi Evaluasi Layanan Pertanahan guna menyisir berbagai hambatan birokrasi. Selasa (20/01/2026).
Kepala Kantor Pertanahan Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, S.H., M.H., memimpin langsung Rapat Koordinasi Evaluasi Layanan Pertanahan guna menyisir berbagai hambatan birokrasi
Rapat yang berlangsung di Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara ini mempertemukan seluruh elemen vital pelayanan, mulai dari Tim Loket Pelayanan hingga tim teknis dari Seksi Survei dan Pemetaan, Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, serta Seksi Penataan dan Pemberdayaan.
Agenda utama dalam pertemuan ini adalah mengevaluasi kinerja serta mengidentifikasi titik-titik krusial yang kerap menjadi penghambat dalam proses pengurusan sertifikat maupun administrasi pertanahan lainnya. Shaleh Basyarah menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga ketepatan dan transparansi.
“Komunikasi yang efektif dan sinergi lintas seksi adalah kunci. Kita ingin memastikan setiap masyarakat yang datang ke loket mendapatkan kepastian layanan yang transparan dan akuntabel,” tegas Shaleh Basyarah dalam arahannya.
Dalam rapat tersebut, ditekankan bahwa urusan pertanahan adalah kerja tim yang saling berkaitan. Kesalahan atau keterlambatan di satu seksi akan berdampak pada keseluruhan proses layanan.
Melalui evaluasi berkala ini, Kantah Lombok Utara menargetkan adanya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Langkah-langkah konkret dirumuskan untuk menyederhanakan komunikasi teknis agar keluhan masyarakat dapat diminimalisir dan kepuasan publik meningkat signifikan.
Dengan penguatan koordinasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Lombok Utara dapat merasakan kemudahan dalam mengamankan hak atas tanah mereka melalui prosedur yang lebih jelas dan profesional.
"Oleh karena itu, koordinasi teknis diperkuat agar persepsi antarpetugas di lapangan dan di kantor tetap sejalan," pungkas Shaleh Basyarah. (rs)
