Lombok Tengah - Radarselaparang.com || Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Langkah terbaru ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bidang pelayanan kesehatan bersama Puskesmas Aik Darek, yang berlangsung di Aula LPKA Lombok Tengah, Selasa (27/01/2026).
LPKA Lombok Tengah tandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bidang pelayanan kesehatan bersama Puskesmas Aik Darek,
Sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap Anak Binaan mendapatkan akses kesehatan yang setara, profesional, dan berkelanjutan selama menjalani masa pembinaan.
Kerja sama ini tidak hanya sekadar formalitas, namun mencakup poin-poin krusial dalam penanganan kesehatan anak, di antaranya Pelayanan Kesehatan Dasar: Pemeriksaan rutin untuk memastikan kondisi fisik anak tetap prima, Upaya Promotif & Preventif: Sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penularan penyakit di lingkungan hunian, dan Penanganan Darurat: Prosedur cepat untuk situasi kesehatan yang membutuhkan tindakan segera.
Kepala LPKA Lombok Tengah, Hidayat, menegaskan bahwa kesehatan adalah fondasi utama dalam proses transformasi perilaku anak binaan. Tanpa fisik yang sehat, program pembinaan kepribadian dan kemandirian tidak akan berjalan maksimal karena kesehatan merupakan aspek fundamental dalam proses pembinaan.
"Dengan sinergi bersama Puskesmas Aik Darek, kami ingin hak-hak dasar anak binaan terpenuhi secara optimal. Kami ingin mereka sehat secara fisik dan mental agar siap kembali ke masyarakat nantinya,” ujar Hidayat.
Pihak Puskesmas Aik Darek menyambut hangat kolaborasi ini. Sebagai garda terdepan layanan kesehatan di wilayah tersebut, mereka berkomitmen menerjunkan tenaga medis terbaik untuk memberikan dukungan layanan sesuai standar yang berlaku. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menciptakan deteksi dini terhadap penyakit menular di dalam lingkungan LPKA.
Melalui kerja sama ini, LPKA Kelas II Lombok Tengah menunjukkan bahwa proses pembinaan dilakukan secara holistik. Tidak hanya memberikan pendidikan dan keterampilan, tetapi juga menjamin perlindungan kesehatan sebagai bagian dari hak asasi anak yang tidak boleh terabaikan.
"Dengan lingkungan yang sehat dan aman, diharapkan Anak Binaan dapat menjalani proses integrasi sosial dengan lebih baik dan penuh semangat untuk masa depan yang lebih cerah," pungkas Hidayat. (rs)
