Daftar Isi [Tampil]

Yayasan Nurul Falah Al-Majid menggelar aksi nyata dengan merangkul 24 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) binaannya
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Semangat kepedulian kembali bergelora di Bumi Gora. Yayasan Nurul Falah Al-Majid menggelar aksi nyata dengan merangkul 24 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) binaannya dalam sebuah acara silaturahmi dan penyerahan santunan simbolis yang berlangsung khidmat di Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pemberian bantuan, melainkan sebuah langkah strategis untuk mempererat jejaring antara Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), LKS Usia Lanjut (LKSU), hingga LKS Penyandang Disabilitas (LKSPD) di seluruh penjuru Lombok Timur.

Lebih dari Sekadar Santunan
Ketua Yayasan Nurul Falah Al-Majid, Yuliana, menegaskan bahwa fokus utama yayasan adalah pemberdayaan berkelanjutan. Saat ini, yayasan menaungi 24 lembaga yang dipacu untuk terus meningkatkan kapasitasnya.

"Kami tidak hanya memberikan santunan. Pembinaan kami mencakup penyaluran informasi dari donatur, program bantuan pemerintah, hingga pelatihan UMKM dan pendidikan. Silaturahmi ini rutin kami lakukan setiap bulan, tanpa harus menunggu adanya anggaran khusus," ujar Yuliana tegas.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur, termasuk lembaga internasional yang telah memfasilitasi pengobatan masyarakat sakit hingga ke luar negeri serta konsisten menyantuni anak yatim piatu di wilayah tersebut.

Langkah nyata yayasan ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kabid Kelembagaan Dinas Sosial Lombok Timur, Iskandar Zulkarnain, menyebutkan bahwa kolaborasi seperti ini sangat membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Iskandar membawa kabar baik bagi para pegiat sosial yakni Pemerintah Daerah telah menyiapkan bantuan sosial sebesar Rp1,8 miliar pada tahun 2025 dan Jumlah lembaga penerima bantuan dipastikan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta ekosistem sosial yang lebih kuat di Lombok Timur. Dengan adanya sinergi antara yayasan, donatur internasional, dan pemerintah daerah, masyarakat rentan diharapkan tidak hanya mendapatkan bantuan sesaat, tetapi juga peluang untuk mandiri melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.

"Bantuan akan disalurkan secara proporsional berdasarkan jumlah binaan dan perkembangan kinerja masing-masing lembaga," pungkas Zkarnain. (RS)