Daftar Isi [Tampil]

 

Bongkar muat jembatan Bailey di  Dusun Aik Beta, Desa Prigi Kecamatan Pringgabaya.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com ||  Harapan baru menyapa warga Dusun Aik Beta, Desa Prigi, Kecamatan Pringgabaya. Setelah sempat terisolasi akibat terjangan banjir hidrometeorologi pada November 2025 lalu, akses transportasi di wilayah tersebut dipastikan akan segera pulih. Hal ini ditandai dengan dimulainya pemasangan Jembatan Bailey berkekuatan tinggi pada Minggu (04/01/2026).

Pemasangan jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan TNI mampu memberikan solusi cepat di tengah bencana, demi memastikan kesejahteraan rakyat tetap terjaga.

Mewakili Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Sekretaris Daerah (Sekda) H. Muhammad Juaini Taofik turun langsung ke lokasi untuk memantau proses perakitan jembatan tersebut. Kehadiran Sekda didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB serta personel ahli dari TNI Yonzipur Kodam IX/Udayana.

Pemasangan jembatan darurat namun kokoh ini merupakan buah dari koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB, dan jajaran TNI.

Sekda Juaini mengungkapkan bahwa kondisi ini telah menjadi perhatian serius sejak jembatan utama putus pada 19 November 2025 lalu. Atas arahan Bupati, komunikasi dijalin erat dengan Penjabat Gubernur NTB hingga akhirnya Pangdam IX/Udayana memberikan lampu hijau untuk pengerahan bantuan jembatan Bailey.

"Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik antara Pak Gubernur, Pak Bupati, dan Danrem, akhirnya Pak Pangdam IX/Udayana memutuskan untuk memberikan bantuan jembatan Bailey ini. Jembatan ini memiliki kapasitas beban hingga 25-30 ton," ujar Sekda di sela-sela peninjauan.

Kehadiran jembatan ini bukan sekadar penyambung jalan, melainkan urat nadi bagi perekonomian warga Desa Prigi. Selama akses terputus, aktivitas sosial dan distribusi barang terhambat, yang berdampak pada biaya logistik masyarakat.

Sekda optimis bahwa dalam waktu dekat, wajah Desa Prigi akan kembali bergairah. Target Pengerjaan jembatan Bailey ini memakan waktu 10 hingga 15 hari ke depan sehingga dampak utamanya dapat menormalisasi arus transportasi barang dan jasa. Jembatan Bailey ini mampu menahan beban kendaraan berat (truk logistik).

"Insyaallah, dengan hadirnya jembatan Bailey ini, 10-15 hari ke depan aktivitas ekonomi akan normal kembali. Inilah yang sangat diharapkan oleh masyarakat kita, khususnya di Desa Prigi," tambah Juaini.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari warga Dusun Aik Beta Desa Prigi. Sejak pagi, mereka menyaksikan para prajurit TNI Yonzipur yang cekatan merakit rangka baja jembatan.

Salah satu perwakilan warga menyampaikan rasa syukurnya kepada pemerintah daerah dan provinsi.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur, Bapak Bupati, dan TNI atas bantuan jembatan ini. Dengan adanya jembatan Bailey ini, akses kami untuk bekerja dan membawa hasil bumi menjadi lebih mudah dan lancar kembali," ungkapnya haru. (RS)