LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Senyum lega terpancar dari wajah warga Desa Perigi, Kecamatan Suela. Akses transportasi yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir bandang kini mulai menemui titik terang. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin yang akrab disapa H. Iron, turun langsung meninjau progres akhir pembangunan jembatan baja sementara (bailey) pada Senin (12/01/2026).
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin didampingi Kalak BPBD tinjau langsung perkembangan pemasangan jembatan baja sementara (bailey)di Desa Perigi kecamatan Suwela.
Didampingi Kepala Pelaksana BPBD dan jajaran instansi terkait, Bupati Iron memastikan jembatan vital ini segera dapat dilalui oleh masyarakat untuk menggerakkan roda ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan TNI. Sebanyak 30 personel TNI dikerahkan khusus untuk memastikan pemasangan rangka baja dilakukan dengan standar keamanan dan ketahanan konstruksi yang tinggi.
"Alhamdulillah, progresnya tinggal tahap penyelesaian akhir saja. Kami upayakan secepat mungkin agar masyarakat mudah melintas," ujar H. Iron di sela-sela peninjauannya.
Tak hanya fokus pada jembatan, Bupati Iron juga menginstruksikan penataan di area sekitar, termasuk Pembersihan material sisa banjir, Pemerataan jalan akses menuju jembatan, dan Pembuatan tangga darurat untuk memudahkan warga mengakses air di sungai secara aman.
Meski jembatan bailey ini sudah mulai berdiri, H. Iron menegaskan bahwa status jembatan ini adalah pinjam pakai dengan durasi maksimal satu tahun. Menyadari hal tersebut, Pemkab Lombok Timur bergerak cepat melakukan langkah strategis di tingkat nasional. Dikatakan pihaknya sudah melaporkan ke BNPB pusat agar jembatan yang putus akibat bencana, seperti di Kokok Tanggek dan beberapa kecamatan lain, segera mendapat atensi.
"Harapan kami, sebelum satu tahun, anggaran untuk jembatan permanen sudah tersedia," tegas Bupati Iron.
Selain jembatan Perigi, Bupati Iron juga menyoroti kerusakan di Lendang Angka dan berkomitmen melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh guna mencegah bencana tahunan yang kerap merusak infrastruktur dasar.
Menutup peninjauannya, Bupati Iron menegaskan bahwa keterlambatan teknis yang sempat terjadi di akhir tahun anggaran kini telah tuntas. Pemkab juga telah menyiapkan Dana Tak Terduga (DTT) di bawah Rp1 miliar untuk penanganan pascabencana skala kecil."Jalan dan jembatan adalah kebutuhan dasar. Kita tidak boleh terlambat karena ini menyangkut pergerakan ekonomi dan masa depan anak-anak kita. Harus disegerakan," pungkasnya.
Dampak nyata pembangunan ini dirasakan langsung oleh warga Dusun Aik Beta. Sahrin, salah satu warga setempat, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Selama jembatan terputus, warga terpaksa memutar sangat jauh hingga ke wilayah Mumbul hanya untuk mencapai pasar atau sekolah.
"Terima kasih banyak Bapak Bupati. Sejak saya kecil, baru kali ini jembatan ini diperhatikan dengan serius. Dengan adanya jembatan ini, akses kami kembali lancar dan tidak perlu memutar jauh lagi," ungkap Sahrin. (RS)


