LOTIM - Radarselaparang.com || Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur mengumumkan penghentian sementara (pending) proses pendistribusian dan penerimaan pengajuan dari mustahik selama bulan Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kepatuhan terhadap prosedur birokrasi dan penguatan akuntabilitas lembaga.
Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menjelaskan bahwa kebijakan ini didasari oleh dua alasan utama yang sangat krusial bagi tata kelola lembaga negara.
Alasan pertama berkaitan dengan administrasi rencana kerja tahunan. Hingga akhir Desember lalu, pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) masih dalam proses finalisasi di tingkat pusat dan provinsi.
"RKAT ini tidak serta-merta diajukan lalu diterima. Ada proses perbaikan dan sinkronisasi yang harus dilakukan. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab kepada negara, kita harus memastikan semua dasar hukum dan rencana kerja kita sudah disahkan sebelum bergerak," ujar H. Muhammad Kamli, Selasa (27/01/2026).
Selain itu, Januari menjadi momentum bagi Baznas untuk menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ). Seluruh aktivitas keuangan dan distribusi tahun sebelumnya harus ditutup atau cut-off untuk menyesuaikan bukti fisik dengan dokumen pendukung.
Masyarakat tidak perlu khawatir, karena pintu pelayanan akan kembali dibuka normal pada bulan Februari 2026. Menariknya, pembukaan kembali ini akan dibarengi dengan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) baru.
"Insyaallah, Februari kita buka lagi dengan SOP yang sudah disepakati. Ini akan menjadi pedoman kerja kami, baik dari sisi manajemen maupun teknis kegiatan di lapangan, agar pelayanan lebih terukur," tambahnya.
Meski pelayanan administrasi pengajuan sedang jeda, program-program strategis Baznas Lombok Timur di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, advokasi, dan keagamaan tetap berjalan sesuai jalurnya.
Lumbung Pangan
Program pusat ini menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pantauan lapangan, komoditas jagung yang ditanam kini sudah mulai berbunga dan tumbuh dengan baik.
Rumah Sakit Sehat Baznas (RSB)
Proyek mercusuar ini menjadi perhatian utama. H. Muhammad Kambli menegaskan bahwa RSB Lombok Timur menjadi satu-satunya rencana pembangunan rumah sakit Baznas di Indonesia saat ini.
"Kami sangat berhati-hati karena ini menyangkut pembiayaan yang besar, baik dari Baznas RI maupun pemerintah daerah. Prosesnya harus melalui sidang pleno pimpinan di pusat sebelum turun ke direktorat terkait (keuangan, kesehatan, dan pendayagunaan). Kami mohon doa masyarakat agar proses ini dipercepat," jelasnya.
RSB ini nantinya diharapkan menjadi solusi konkret dalam memberikan pelayanan kesehatan maksimal bagi masyarakat kurang mampu di Lombok Timur. Dengan sistem yang sinkron antara pusat dan daerah, Baznas optimis pelayanan terhadap kelompok miskin akan meningkat secara signifikan di tahun 2026 ini. (rs)

