Lombok Timur - Radarselaparang.com ||Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur bersiap melakukan "pemanasan" sebelum arus mudik lebaran tiba. Mulai 2 Februari 2026, Operasi Keselamatan akan resmi digelar selama 14 hari ke depan guna menyasar perilaku pengendara di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Abdul Rachman
Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Abdul Rachman, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya mengubah mindset (pola pikir) masyarakat agar budaya tertib lalu lintas sudah mendarah daging sebelum perjalanan panjang mudik dimulai.
Berbeda dengan operasi yang mengedepankan tilang, Operasi Keselamatan kali ini akan lebih banyak menitikberatkan pada aspek edukasi. AKP Abdul Rachman ingin memastikan masyarakat "siap tempur" secara mental dan fisik sebelum menghadapi arus mudik yang melelahkan menjelang HAri Raya Idul Fitri.
"Prioritasnya nanti akan lebih banyak ke edukasi, bukan penegakan hukum. Kita ingin menekankan budaya lalu lintas yang tertib. Kita berikan pemahaman agar saat arus mudik nanti, perjalanan panjang bisa dilalui dengan aman karena semua sudah siap," ungkap AKP Rachman, Selasa (27/01/2026).
AKP Racham juga memberikan peringatan keras kepada para pengendara mengenai kondisi kendaraan. Ia menampik istilah "kecelakaan karena rem blong" sebagai murni faktor teknis, melainkan lebih kepada kesalahan manusia (human error).
"Kendaraan layak atau tidak, itu tanggung jawab penuh pengendara. Ada istilah rem blong, itu salah siapa? Salah yang nyetir karena tidak mengecek! Secara aturan, pengemudi wajib memastikan kendaraan layak jalan sebelum berangkat," tegasnya.
AKP Rachman mengajak masyarakat untuk menjadikan pemeriksaan kendaraan sebagai ritual wajib harian, bukan sekadar merawat motor, tapi demi nyawa.
Beberapa poin krusial yang harus diperiksa sebelum roda berputar adalah Sistem Pencahayaan lampu utama, lampu sein, dan lampu rem. Kaki-kaki kondisi ban dan fungsi pengereman. Mesin dengan kondisi oli dan kelayakan teknis lainnya.
"Jangan sampai lampu tidak nyala tetap jalan. Yang rugi adalah pengendara itu sendiri. Pastikan semua aman mulai dari rumah masing-masing," pungkasnya. (rs)
