![]() |
| Polda NTB) menunjukkan sisi humanisnya dengan menggelar Bakti Kesehatan di Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Ibnu Mas'ud, Labuhan Haji, dan Ponpes Al Khair NU Ambung, Masbagik |
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menunjukkan sisi humanisnya dengan menggelar Bakti Kesehatan skala besar di dua lokasi strategis yakni di Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Ibnu Mas'ud, Labuhan Haji, dan Ponpes Al Khair NU Ambung, Masbagik, pada Selasa (13/01/2026).
Kegiatan yang merupakan kolaborasi apik antara Biddokes Polda NTB, Ditintelkam, Satgaswil NTB Densus 88 Anti Teror, dan Bhayangkari ini, tidak hanya memberikan layanan medis gratis bagi ratusan santri dan warga, tetapi juga menyalurkan bantuan bahan pokok.
Kehadiran Ibu Kapolda Jadi "Vitamin" Semangat
Suasana bakti kesehatan terasa spesial dengan kehadiran Ketua Bhayangkari Polda NTB, Nyonya Uty Edy Murbowo, yang meninjau langsung proses pemeriksaan kesehatan. Kehadiran beliau disebut sebagai penambah energi bagi para petugas dan masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa terpilihnya Ponpes Ibnu Mas’ud bukan tanpa alasan, melainkan karena ponpes tersebut merupakan salah satu pondok binaan mereka yang terus menunjukkan perkembangan positif.
"Kehadiran Ibu Kapolda adalah vitamin, menambah kekuatan energi dalam menunaikan tugas," ungkap Kepala Satgas Wilayah NTB Densus 88 Anti Teror, Kombespol Lili Warli, SIK.
Kabiddokkes Polda NTB, Kombespol dr. I Komang Tresna, menjelaskan bahwa Polri ingin hadir lebih dekat sebagai pelindung sekaligus pendukung kualitas hidup masyarakat. Layanan yang diberikan pun terbilang komprehensif, meliputi Pemeriksaan Kesehatan Umum, Pemeriksaan Gigi, Layanan Mini Laboratorium, dan Pemberian Vitamin dan Edukasi Pola Hidup Sehat.
"Kesehatan adalah modal utama menjaga bangsa. Kami ingin memperkuat sinergi dan kesatuan NKRI melalui aksi nyata peduli sesama," ujar dr. Komang.
Apresiasi mendalam datang dari pimpinan Ponpes dan Pemerintah Daerah. Ketua Ponpes Islam Ibnu Mas'ud, Shodiqin, mengaku bahagia pondoknya yang sudah berdiri 30 tahun tersebut mendapat perhatian besar dari petinggi Polri. Saat ini, ponpes tersebut mengasuh 280 santri dan 54 anak yatim piatu di bawah naungan LKSA.
Senada dengan hal tersebut, Sekda Lombok Timur yang mewakili Bupati, memuji transformasi Ponpes Ibnu Mas’ud. Dikataka bahwa Ponpes ini sudah beda. Sudah rapi, bangunannya bagus, dan komunikasinya sangat baik dengan masyarakat.
"Pesan Bupati, kalau segalanya dilakukan berjamaah (pemerintah, rakyat, dan Polri), pasti hasilnya lebih afdal," pungkasnya.
Kegiatan yang melayani lebih dari 400 warga ini ditutup dengan harapan agar sinergi antara kepolisian, pesantren, dan masyarakat terus terjaga demi kondusivitas dan kesejahteraan di Bumi Selaparang. ( RS)


