![]() |
| Kepala LPKA Kelas II Lombok Tengah, Hidayat, saat meninjau langsung proses penanaman lahan pertanian oleh anak binaan LPKA. |
Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan langkah nyata dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada pilar pemberdayaan dan pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
Di bawah terik matahari Batukliang, para anak binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan bertani. Dengan pendampingan langsung dari Kasubsi Registrasi, Muhnan, serta para peserta magang, mereka diajarkan teknik-teknik mendasar yang meliputi Memahami cara menanam bibit nanas yang benar, Proses pemupukan hingga perlindungan tanaman dari hama, dan Menanamkan nilai kerja keras, kesabaran, dan tanggung jawab dalam merawat makhluk hidup.
Kepala LPKA Kelas II Lombok Tengah, Hidayat, menegaskan bahwa fokus utama lembaga saat ini adalah memastikan anak binaan memiliki "senjata" berupa keterampilan saat mereka kembali ke pelukan masyarakat nantinya.
"Pembinaan kemandirian melalui pertanian nanas ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat produktif. Kami ingin mereka pulang membawa bekal keterampilan hidup (life skills) yang bisa mereka gunakan untuk mandiri," ujar Hidayat.
Melalui program pertanian ini, LPKA Lombok Tengah membuktikan bahwa sistem pemasyarakatan kini jauh dari kesan kaku. Dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, anak binaan dipersiapkan bukan sebagai mantan narapidana, melainkan sebagai individu yang siap berkontribusi bagi ekonomi lokal.
Budidaya nanas dipilih karena memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan di pasar, sehingga diharapkan dapat menginspirasi para anak binaan untuk menjadi wirausahawan muda di bidang agrobisnis di masa depan. (RS)


