![]() |
| TGB Zainul Majdi Pukau Santri di Thailand saat jadi narasumber di Sekolah Darussalam, Narathiwat, Thailand. |
Pihak Sekolah Darussalam menyatakan rasa bangga yang mendalam atas kunjungan tokoh yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) tersebut. Perwakilan sekolah, Ustadz Muhammad Rusdi, menyebut kehadiran TGB sebagai momentum besar bagi institusinya.
“Kami merasa sangat bahagia dan terhormat. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi para santri dan seluruh keluarga besar Darussalam,” ujar Rusdi dalam sambutannya.
Ia juga berharap kunjungan ini menjadi pembuka pintu kerja sama yang lebih erat, terutama dalam integrasi antara Al-Qur’an dan sains—sebuah visi yang sejalan dengan kepakaran TGB sebagai alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir.
Dalam tausiahnya, TGB menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan pelindung dan sumber keberkahan hidup. Dengan nada yang menyejukkan, Ketua Umum PB NWDI ini memberikan jaminan spiritual bagi mereka yang setia kepada kitab suci.
“Siapa yang menjaga Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjaganya. Dan siapa yang menekuni Al-Qur’an, akan dibukakan baginya banyak jalan dan pintu keberkahan,” ungkap TGB di hadapan para santri yang menyimak dengan takzim.
Tak sekadar teori, TGB membagikan kisah personalnya yang sangat inspiratif. Beliau bercerita baru mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 17 tahun dan berhasil menyelesaikannya dalam waktu relatif singkat, yakni satu setengah tahun.
Menurutnya, kedekatan dengan Al-Qur’an itulah yang menjadi "kunci" kesuksesannya di berbagai bidang, mulai dari Pendidikan S1 hingga Doktoral di Universitas Al-Azhar, Mesir, Anggota DPR RI (2004), Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua periode, dan Ketua Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia.
Menutup kunjungannya, TGB menaruh harapan besar pada generasi muda Muslim di Thailand selatan tersebut. Beliau berpesan agar para santri menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat perjuangan intelektual.
“Jika Al-Qur’an ditekuni secara konsisten, saya yakin dari Darussalam akan lahir generasi dan aktor-aktor peradaban pada masa mendatang,” pungkasnya penuh optimisme. (*)


