Lombok Timur - Radarselaparang.com || Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi pengelolaan dana umat. Sebagai langkah nyata, Baznas Lombok Timur mengirim tim IT untuk melakukan "studi tiru" ke Baznas Kabupaten Lombok Tengah guna mendalami penggunaan aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Baznas) dan inovasi teknologi pendukung lainnya.
Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, bersama Sekretaris Baznas Lombok Timur, Nurul Hadi.
Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan ikhtiar lembaga untuk membangun sistem yang lebih akuntabel dan terkoneksi secara daring (online).
Pemilihan Lombok Tengah sebagai lokasi studi bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil Rakorda pimpinan Baznas se-Nusa Tenggara Barat, Lombok Tengah dinilai sebagai yang terbaik dalam pengoperasian aplikasi SIMBA di wilayah NTB.
"Lombok Tengah memiliki kelebihan dalam penggunaan SIMBA. Seluruh rangkaian aktivitas, mulai dari data Muzakki (pemberi zakat), Mustahik (penerima zakat), hingga pendistribusian dan pendayagunaan sudah terkoneksi di semua bidang. Datanya presisi dan tidak tumpang tindih," ujar H. Muhammad pada Selasa (27/01/2026).
Mencegah Duplikasi Penerima Bantuan
Salah satu kecanggihan sistem yang ingin diadopsi adalah kemampuan filter data yang ketat. Dengan sistem yang terintegrasi, lembaga dapat memastikan bantuan tersalurkan secara adil dan merata.
"Di Lombok Tengah, sistemnya sudah sangat rapi. Jika seseorang sudah menerima bantuan pada tahun 2026, maka di tahun 2027 namanya otomatis terkunci dan baru bisa menerima kembali di tahun 2028. Ini mencegah satu orang menerima bantuan terus-menerus sementara yang lain tidak kebagian," jelasnya.
Meski memiliki SDM di bidang IT yang mumpuni, H. Muhammad mengakui bahwa Baznas Lombok Timur masih perlu memaksimalkan fasilitas sarana dan prasarana. Digitalisasi menyeluruh ini memang membutuhkan investasi yang tidak sedikit, diperkirakan mencapai Rp300 juta untuk pengadaan perangkat server dan infrastruktur pendukung, tergantung kemampuan keuangan lembaga.
Senada dengan Ketua, Sekretaris Baznas Lombok Timur, Nurul Hadi, menambahkan bahwa kunjungan ke Lombok Tengah bertujuan untuk melihat langsung sinergi antara aplikasi SIMBA Nasional dengan aplikasi pendukung lokal.
"Lombok Tengah meraih penghargaan dari Baznas RI karena efektivitas kerjanya. Kami ingin melihat bagaimana aplikasi tambahan mereka bisa mempercepat kerja di empat bidang utama: Pengumpulan, Administrasi, Pendistribusian, dan Pelaporan," kata Nurul Hadi.
Masyarakat Bisa Pantau dari Rumah
Output akhir dari transformasi digital ini adalah kemudahan bagi masyarakat. Nantinya, warga Lombok Timur cukup mengakses website atau media sosial resmi Baznas untuk mengetahui status zakat mereka.
"Semangat kami adalah perubahan. Kami ingin masyarakat cukup dari rumah bisa tahu ke mana zakatnya disalurkan. Semua data akan terbuka dan tidak ada lagi data yang 'tumpah' atau tidak tercatat," pungkas Nurul Hadi. (rs)
