Daftar Isi [Tampil]

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin di acara Konferensi Kerja (Konker) I PGRI
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin di acara Konferensi Kerja (Konker) I PGRI 
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Aula Kantor Cabang PMI Lombok Timur menjadi saksi bisu berkumpulnya ribuan pahlawan tanpa tanda jasa dalam gelaran Konferensi Kerja (Konker) I PGRI Kabupaten Lombok Timur. Di bawah tema besar "Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat, Lombok Timur SMART", acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggung penegasan komitmen pemerintah terhadap integritas dunia pendidikan. Kamis (12/2/2026).

Apresiasi untuk 15 Cabang Terbaik
Suasana khidmat terasa saat Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin yang akrab disapaH. Iron, melangkah maju untuk menyerahkan piagam penghargaan kepada 15 pengurus cabang PGRI Kecamatan. Salah satunya adalah Kecamatan Sembalun, yang dinilai menunjukkan dedikasi tinggi dan ketertiban organisasi yang luar biasa.

Ketua Panitia, Mahsun S.Pd, melaporkan bahwa agenda ini diikuti oleh 1.305 peserta dari berbagai tingkatan. Menariknya, Mahsun menutup laporannya dengan pantun yang memancing gelak tawa sekaligus harapan.

"Sore hari memancing ikan, banyak dapat ikan patin. Terima kasih kami ucapkan, Bupati keren PGRI jangan dilupakan."

Ketua PGRI Lombok Timur, Suparman S.Pd, menekankan bahwa Konker ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral atas iuran anggota sebesar Rp8.000 per bulan. Ia ingin memastikan setiap rupiah yang dikelola digunakan secara transparan untuk perjuangan organisasi.

Tak hanya soal internal, Suparman juga memamerkan "taring" sosial para guru. Di bawah koordinasi PGRI, para guru berhasil menghimpun  Rp126 juta untuk bantuan bencana banjir, Lebih dari Rp500 juta untuk dana pendidikan melalui sistem satu pintu, dan Keaktifan luar biasa dalam ajang olahraga seperti Porseliga.

Dalam sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan, Bupati H. Iron memberikan pesan kuat terkait tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia menegaskan komitmennya terhadap sistem meritokrasi—jabatan didapat karena prestasi, bukan karena uang. Mengangkat orang menjadi Kepala Dinas hingga Kepala Sekolah tujuannya hanya satu profesionalisme.

"Jangan pernah menyerahkan uang untuk jabatan. Saya hadir untuk memastikan orang-orang hebatlah yang membantu membangun pendidikan kita," tegas H. Iron.

Bupati juga mengingatkan para guru agar bijak mengelola dana Sertifikasi atau Tukin. Ia mewanti-wanti agar penggunaan anggaran tetap berada di koridor aturan guna menghindari pemeriksaan dari Inspektorat, BPK, maupun Aparat Penegak Hukum (APH).

Sinyal Positif untuk Gedung Sekretariat
Mendengar aspirasi guru mengenai dana hibah dan pembangunan gedung sekretariat, Bupati memberikan sinyal hijau. Baginya, guru adalah penerang generasi yang jasanya tak ternilai.

Sebagai penutup, Bupati pun membalas pantun panitia dengan penuh haru
"Pergi ke sawah menanam padi, padi tumbuh menguning ceria; Guru menerangi generasi, sepanjang masa dikenang jasa."

Konferensi ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi visi Lombok Timur SMART, menjadikan kualitas guru sebagai fondasi utama pembangunan daerah di masa depan. (rs)