Daftar Isi [Tampil]

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin bersama Sekda H. Muhammad Juaeni Taofik
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin bersama Sekda H. Muhammad Juaeni Taofik

LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Sebuah langkah revolusioner diambil Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk menyulap kawasan pesisirnya menjadi pusat inovasi rumput laut nasional. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium Rumput Laut Spesialis yang merupakan Laboratorium Rumput Laut Tercanggih untuk Cetak Bibit Unggul.

Laboratorium ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat riset yang dirancang untuk menjawab tantangan klasik nelayan dengan rendahnya kualitas bibit dan minimnya edukasi budidaya.

Bupati H. Iron panggilan akrabnya ini menekankan bahwa kehadiran laboratorium ini akan fokus pada penelitian dan perkawinan bibit rumput laut untuk menghasilkan varietas unggul.Nanti kalau laboratorium ini sudah hadir, para ahli akan meneliti dan mengawinkan bibit.

"Target kita jelas, Jika sekarang satu rumpun hanya menghasilkan 2 kg, dengan bibit unggul dari lab ini, hasilnya harus bisa naik dua kali lipat!" tegas Bupati H. Iron dengan optimis saat menanti kedatangan Wamen Dikti Sainstek), Prof. Stella Christie, Ph.D., melakukan peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium International Tropical Seaweed Research Center dan Laboratorium Spesialis Kedokteran Kepulauan di Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim), Kamis (12/2/2026).

Selain teknologi bibit, laboratorium ini akan menjadi pusat pelatihan bagi masyarakat nelayan. Bupati menyoroti pentingnya perubahan perilaku budidaya, seperti kedisiplinan masa panen.

Lombok Timur memiliki wilayah teluk yang sangat luas dan sangat potensial untuk pengembangan rumput laut. Namun, selama ini kesulitan teknis dan kurangnya riset menjadi penghambat utama.

"Potensi kita sangat-sangat besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah edukasi agar masyarakat nelayan kita memiliki ilmu yang mumpuni. Dengan keberhasilan riset ini, kesejahteraan nelayan akan meningkat pesat," tambah H. Iron. (rs)