Daftar Isi [Tampil]

Pantauan harga cabai di Lombok Timur
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Setelah sempat membuat ibu rumah tangga menjerit karena menembus angka fantastis Rp100.000 per kilogram di awal Ramadan 2026, harga cabai rawit di Kabupaten Lombok Timur kini mulai menunjukkan tren penurunan.

Pantauan di sejumlah pasar strategis seperti Pasar Aikmel, Masbagik, dan Paok Motong, harga komoditas pedas ini perlahan turun ke angka Rp80.000 per kilogram. Meski masih di atas harga normal, penurunan ini membawa angin segar bagi stabilitas harga pangan di bulan suci.

Lonjakan harga yang terjadi sebelumnya bukan tanpa alasan. Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang telah merusak lahan pertanian di sentra-sentra cabai lokal, menyebabkan gagal panen dan buah membusuk. Untuk menyiasati kekosongan stok lokal, para pedagang kini mulai mengandalkan pasokan dari luar pulau.

“Sekarang sudah Rp80 ribu sekilo. Kita juga ngambil dari Jawa. Istilahnya sekarang ini sudah musim Jawa,” ujar Muhamad Amin, salah satu pengepul di Kecamatan Lenek, Minggu (22/02/2026).

Menurut Ketua Program Champion Cabai Kabupaten Lombok Timur, H. Subhan, ada perpaduan faktor alam dan sosial yang memicu lonjakan harga hingga 150% dari harga stabil tahun lalu (Rp40.000/kg), diantaranya kerusakan lahan sehingga banyak tanaman yang diproyeksikan panen menjelang Idulfitri justru mati akibat cuaca ekstrem.

Jeda panen ramadan kareba petani biasanya tidak melakukan aktivitas panen pada H-3 hingga H+3 Ramadan karena fokus pada awal ibadah puasa, dan Permintaan tinggi dengan kondisi ttok yang tersendat di awal Ramadan bertemu dengan permintaan masyarakat yang melonjak tajam.

Dengan masuknya pasokan "Cabai Jawa" dan mulai normalnya distribusi pasca-penyesuaian awal Ramadan, diharapkan harga cabai di Lombok Timur terus bergerak turun menuju angka normal agar beban belanja masyarakat selama bulan puasa tetap terjaga. (rs)