Daftar Isi [Tampil]

IAIH Pancor melepas puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mengabdi di Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat lintas budaya. Secara resmi, kampus melepas puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mengabdi di Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Pelepasan yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pemberangkatan "duta kampus" yang membawa misi kemanusiaan dan toleransi di tengah keberagaman Pulau Dewata.

Dalam prosesi pelepasan simbolis, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ahmad Hulaimi, M.A., memberikan pesan kuat kepada para mahasiswa. Beliau menekankan bahwa KKN adalah laboratorium nyata untuk menguji karakter dan kedewasaan sosial.

"Jadilah mahasiswa yang hadir membawa manfaat. Di Bali, kalian akan bertemu dengan kekayaan tradisi yang luar biasa. Jaga adab, junjung tinggi nilai keislaman yang rahmatan lil 'alamin, dan tetaplah menghargai kearifan lokal," tegasnya.

Membangun Harmoni di Buleleng
Dukungan penuh juga datang dari pihak yayasan. H. Alif Zulkarnain, S.Pd.I., selaku Kepala Yayasan, mengingatkan mahasiswa bahwa kunci keberhasilan KKN di wilayah multikultural seperti Buleleng adalah ikhlas, disiplin, dan toleransi.

Kehadiran mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor pun disambut hangat oleh tokoh masyarakat setempat. Kepala Dusun Ikhlasan, S.Ag., menyatakan apresiasinya atas dipilihnya Kabupaten Buleleng sebagai lokasi pengabdian. Ia berharap para mahasiswa dapat, yakni Berkontribusi aktif di bidang pendidikan dan sosial, Menjadi penggerak kegiatan keagamaan yang inklusif, dan Membangun jembatan dialog yang harmonis dengan warga lokal.

Lebih dari Sekadar Program Kerja
KKN di Desa Pengulon ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya "gugur kewajiban" dalam menjalankan program kerja fisik, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan riil di masyarakat.

Diharapkan, sekembalinya dari Bali, mahasiswa membawa pulang pengalaman berharga tentang empati sosial, sementara masyarakat Buleleng mendapatkan kesan mendalam tentang nilai-nilai keteladanan yang ditinggalkan oleh mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor. (rs)