![]() |
| Alisya Humaira Syamsul Putri dari pasangan Syamsul Huda, SS dan Husnul Khotimah, S.AP |
Kemenangan ini bukan sekadar raihan trofi, melainkan tiket emas bagi Alisya untuk melenggang ke tingkat nasional di Jakarta, membawa nama harum Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Putri dari pasangan Syamsul Huda, SS dan Husnul Khotimah, S.AP. ini memang telah menunjukkan "aura" bintang sejak kecil. Sang ibunda menuturkan bahwa ketertarikan Alisya pada dunia busana sudah terlihat jauh sebelum ia naik ke panggung besar.
"Sejak masih TK, Alisya sangat memperhatikan setiap pakaian yang ia kenakan. Bahkan sering memilih sendiri baju yang ingin dipakai. Dari situ kami sebagai orang tua melihat ini sebagai bakat yang perlu didukung," ungkap Husnul dengan nada bangga usai acara.
Meski awalnya keikutsertaan dalam ajang yang diselenggarakan oleh AMI Entertainment ini hanya diniatkan untuk mencari pengalaman, performa Alisya justru melampaui ekspektasi. Ia berhasil menyisihkan puluhan peserta lain melalui kombinasi kepercayaan diri dan kemampuan yang matang.
Ajang Bintang Anak Indonesia 2026 bukanlah kompetisi kecantikan biasa. AMI Entertainment menerapkan standar penilaian yang komprehensif. Selain kepiawaian di atas catwalk, para finalis diuji dalam hal Public Speaking terkait kemampuan berkomunikasi di depan publik, Wawasan Luas dengan pengetahuan umum dan kecerdasan emosional, dan Literasi Budaya terkait pemahaman mendalam tentang adat istiadat dan potensi pariwisata daerah.
Menariknya, peran orang tua juga menjadi poin krusial dalam penilaian. Husnul menjelaskan bahwa dukungan keluarga tidak boleh berhenti pada sorak-sorai di pinggir panggung saja. Dukungan orang tua itu tidak cukup hanya dengan kata-kata semangat. Harus ada komunikasi aktif.
"Dari komunikasi itu kita bisa menyelipkan nilai-nilai budaya dan wisata, baik dengan metode khusus maupun lewat cerita sehari-hari," beber Husnul mengenai kunci sukses sang putri.
Kini, persiapan menuju Grand Final di Jakarta menjadi fokus utama. Alisya akan berhadapan dengan finalis-finalis terbaik dari seluruh pelosok negeri. Meski persaingan dipastikan akan ketat, pihak keluarga tetap rendah hati namun optimis.
Husnul Khotimah juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Lombok Timur yang telah memberikan dukungan berupa vote dan semangat selama ini.
"Saya bersama keluarga mewakili Alisya mohon doa dan dukungan. Kami tidak muluk-muluk, yang terpenting Alisya bisa menyalurkan bakatnya dan berbaur dengan peserta lain," harapnya.
"Jika nasib membawa Alisya masuk tiga besar, kami akan sangat bersyukur. Semoga bisa membawa kebanggaan untuk Lombok Timur dan NTB," pungkasnya.
Langkah Alisya ke Jakarta adalah bukti nyata bahwa talenta dari daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di kancah nasional. Selamat berjuang, Alisya! (rs)

