Daftar Isi [Tampil]

Menu MBG SPPG Kotaraja 2 dengan buah busuk dikomplain sama guru dan orang tua siswa.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Belum reda sorotan publik terkait masalah pangan, kini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kotaraja 2, Kecamatan Sikur, menjadi buah bibir. Program yang digadang-gadang meningkatkan gizi anak bangsa ini tercoreng dengan temuan buah salak busuk dan berulat yang disajikan kepada siswa.

Kasus ini mencuat setelah salah satu orang tua siswa yang sedang mendampingi anaknya di sekolah memotret kondisi buah tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Sontak, unggahan tersebut memicu kemarahan netizen dan para wali murid lainnya.

"Apa Harus Kita Makan Juga?"
Keluhan pedas terlontar dari para wali murid yang merasa kecewa dengan kualitas kontrol pangan SPPG.

"Yang salah siapa? Buah salaknya rusak. Apa harus kita makan juga?" tulis salah satu wali murid dengan nada kecewa di media sosial.

Tak hanya orang tua, siswa TK yang menjadi sasaran program ini pun melaporkan hal serupa. Bahkan, Kepala Sekolah di salah satu satuan pendidikan dilaporkan langsung melayangkan komplain kepada pihak penyedia di lokasi kejadian karena mendapati kondisi buah yang sangat tidak layak konsumsi.

Keluhan juga datang dari kalangan pendidik yang merasa pihak penyedia (SPPG) terkadang anti-kritik. Seorang guru yang enggan disebutkan namanya menekankan bahwa kritik masyarakat adalah bentuk kontrol agar program besar ini tidak diselewengkan.

"Jangan kami disalahkan saat mengkritik. Mereka kan dapat keuntungan, masa dikritik tidak mau? Kalau tidak dikritik, kapan akan ada perbaikan?" tegasnya.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran bahwa standar keamanan pangan diabaikan demi menekan biaya dan meraup keuntungan sebesar-besarnya, tanpa mempedulikan kesehatan siswa.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Kepala SPPG Kotaraja 2, Arya, akhirnya buka suara. Ia mengakui adanya kualitas buah yang buruk namun mengklaim bahwa masalah tersebut sudah tertangani.

"Terkait itu sudah diganti sama SPPG. Masalahnya sudah terselesaikan dan kami akan melakukan perbaikan ke depannya," ungkap Arya secara singkat. (rs)