![]() |
| Tingginya intensitas hujan membuat debit air meningkat drastis hingga merendam permukiman dan fasilitas umum |
Kondisi ini disebut-sebut sebagai salah satu titik terparah dalam sejarah banjir di wilayah tersebut, melampaui dampak bencana serupa yang terjadi pada Januari lalu.
Camat Jerowaru, Sirah, mengonfirmasi bahwa lima desa terdampak meliputi Ekas Buana, Seriwe, Pandan Wangi, Wakan, dan Pemongkong. Tingginya intensitas hujan membuat debit air meningkat drastis hingga merendam permukiman dan fasilitas umum.
Ekas Buana jadi titik terparah, Lebih dari 400 rumah terendam. Di Dusun Sungkun, genangan air yang terjadi sejak akhir Januari tak kunjung surut dan kini justru semakin meninggi hingga merobohkan tenda pengungsian milik BPBD.
Fasilitas umum rusak di Desa Wakan, tembok keliling masjid jebol diterjang arus, sementara sebuah madrasah di Desa Pandan Wangi turut terendam air.
Sementara Desa Seriwe sebanyak 70 rumah warga di Dusun Semerang kembali terendam air untuk kesekian kalinya tahun ini.
"Banjir kali ini lebih parah dari Januari lalu. Meskipun belum ada laporan rumah rusak berat, fasilitas umum seperti masjid dan sekolah terdampak cukup serius," ujar Sirah.
Di tengah kepungan banjir, kabar duka datang dari Lingkungan Seruni, Kelurahan Selong. Seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun bernama Azriel dilaporkan hanyut saat sedang bermain hujan di dekat drainase.
Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, Damkarmat, dan SAR masih melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran drainase. Pihak berwenang mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan ekstra terhadap anak-anak di tengah cuaca ekstrem ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur bergerak cepat dengan menerjunkan alat berat ke lokasi terdampak untuk melakukan normalisasi sungai dan pengerukan sedimen.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lotim, Hadi Jayari, menjelaskan bahwa langkah darurat sedang dilakukan untuk mempercepat pembuangan air ke laut, diantaranya Normalisasi Sungai menggunakan Alat berat dikerahkan untuk mengeruk sungai yang dangkal dan Penyedotan Air menggunakan Pompa air dan pipa pembuangan dipasang untuk menguras genangan di pemukiman padat penduduk.
"Ini adalah salah satu banjir terparah karena merendam banyak titik pemukiman sekaligus. Kami terus bersiaga penuh selama cuaca ekstrem ini berlangsung," tegas Hadi Jayari.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada karena prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih akan mengguyur Lombok Timur dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk segera mengungsi jika debit air kembali menunjukkan kenaikan signifikan. (rs)


