![]() |
| Muh. Ibnu Ardi, SS., seorang guru penyandang disabilitas yang kini menjadi sosok inspiratif di lingkungan pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. |
Lahir di Lenek Lauk pada 24 September 1986, putra keempat dari pasangan H. Abdul Hamid dan Hj. Rabiatul Adawiah ini telah membuktikan bahwa dedikasi dan intelektualitas mampu menembus sekat-sekat keterbatasan.
Dedikasi di Dunia Pendidikan
Saat ini, Ibnu Ardi mengabdikan dirinya sebagai guru Bahasa Indonesia di MTs Negeri 2 Lombok Timur. Tidak hanya mengajar di kelas, ia juga dipercaya menjadi pembina ekstrakurikuler jurnalistik - sebuah peran yang selaras dengan jiwanya sebagai seorang penulis.
Perjalanan kariernya sebagai abdi negara pun terbilang cukup panjang, sejak 2010 – 2019: Memulai pengabdian sebagai guru honorer di MA NW Lenek Lauk, 2019 – 2023: Mengangkat sumpah sebagai PNS dan bertugas di MTs Negeri 1 Lombok Tengah, dan 2023 – Sekarang kembali ke tanah kelahiran untuk mengabdi di MTs Negeri 2 Lombok Timur.
Seniman dan Penggerak Organisasi
Di luar rutinitas mengajar, Ibnu Ardi adalah seorang aktivis dan sastrawan. Ia tercatat sebagai penulis antologi puisi yang diterbitkan oleh SIP Publishing. Darah seninya juga sempat terasah saat aktif di Sanggar Lempot (2016-2020).
Memasuki tahun 2026, kiprah organisasinya justru semakin memuncak. Ia dipercaya memegang berbagai posisi strategis di berbagai lini, mulai dari kepemudaan hingga olahraga:
Simbol Inklusi dan Semangat Juang
Kehadiran Ibnu Ardi di posisi-posisi penting seperti Ketua PK KNPI dan Sekretaris LIDI Foundation menunjukkan bahwa kapasitas kepemimpinannya diakui secara luas. Ia membuktikan bahwa inklusivitas bukan sekadar wacana, melainkan nyata melalui kerja keras dan kontribusi.
Melalui kegiatannya di Dojo Rinjani Gold Generation, ia bahkan turut andil dalam mencetak atlet-atlet karate masa depan Lombok Timur. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat juang tidak terbatas pada fisik, melainkan pada keteguhan hati untuk terus berkarya. (rs)




