![]() |
| Gubernur NTB, L. Muhammad Iqbal dan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin masjid At Taqwa Suralaga. |
Momen di hari ke-9 Ramadhan ini terasa sangat spesial. Pasalnya, untuk pertama kalinya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB hadir secara bersamaan di satu lokasi masjid yang sama, didampingi langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin (H. Iron).
Ketidakhadiran sekat birokrasi yang kaku membuat suasana sore menjelang berbuka puasa itu terasa sangat cair. Antusiasme warga meluap melihat keharmonisan para pemimpin mereka yang duduk bersila bersama rakyat.
Gubernur NTB mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pemandangan langka ini. Ia menyebut momen ini sebagai bentuk kekompakan yang nyata dalam melayani masyarakat.
"Baru kali ini Gubernur dan Wakil Gubernur berbuka bersama di satu masjid yang sama, ditambah lagi bersama Pak Bupati. Sahabat tiyang (saya), H. Iron," ujar Gubernur Iqbal dengan nada akrab yang disambut senyum hangat para jamaah.
Senada dengan Gubernur, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan bahwa kedekatan mereka bukan sekadar urusan formalitas pemerintahan, melainkan ikatan emosional yang mendalam. Ia menyampaikan bahwa rakyat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari denyut nadi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
"Saya selaku bupati dan Pak Gubernur sayang sama pelinggih (anda) semuanya. Kenapa? Karena pelinggih adalah bagian dari pemerintah, tidak mungkin kami tidak sayang," ungkap Bupati dengan logat lokal yang ramah.
![]() |
| Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri di masjid At Taqwa Suralaga |
"Urusan politik itu sudah berlalu. Yang ada sekarang adalah pelinggih semua saudara kita. Saudaranya Pak Gubernur dan Wakil Gubernur juga," pungkas Bupati menutup sambutannya.
Kehadiran ketiga tokoh ini di Suralaga seolah mengirimkan pesan kuat kepada seluruh masyarakat NTB tentang pentingnya stabilitas dan kolaborasi antar tingkat pemerintahan. Safari Ramadhan kali ini tidak hanya diisi dengan penyerahan bantuan atau ceramah agama, tetapi menjadi panggung nyata kembalinya semangat patut patuh patju dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Hingga shalat tarawih berjamaah usai, situasi di Masjid Al-Muttaqin terpantau sangat kondusif dengan wajah-wajah warga yang tampak ceria bisa berinteraksi langsung tanpa jarak dengan para pemimpinnya. (rs)



